Pembubaran Paksa PKL Purnawarman Kota Bandung Berlangsung Ricuh

Gerobak PKL purnawarman penuhi halaman balai kota Bandung. (murwani)

Gerobak PKL purnawarman penuhi halaman balai kota Bandung. (murwani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembubaran paksa pedagang kaki lima (pkl)oleh petugas gabungan yang tengah berunjuk rasa di depan Balai Kota, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, berakhir ricuh dengan saling dorong, Jumat (16/4).


Kericuhan terjadi saat para pkl mempertahankan roda jualan mereka yang akan diangkut oleh petugas gabungan Satpol PP yang dikawal pihak kepolisian.

Sekitar lima puluh pkl yang berunjuk rasa menyampaikan penolakan relokasi yang dinilai merugikan para pedagang di depan BEC, Jalan Purnawarman, di depan Kantor Balai Kota, Jalan Wastu Kencana, Kota Bandung.

Pantauan pojokbandung.com di lapangan, kericuhan terjadi saat para pkl yang mempertahankan roda jualannya untuk diangkut petugas hingga aksi saling dorong pun tidak terhindari antara para pedagang dengan petugas gabungan.

Ibu-ibu pedagang yang melihat roda jualan mereka tengah diangkut oleh petugas polisi pamong praja menangis dengan histeris.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Edi Marwoto mengungkapkan, pembubaran paksa dilakukan karena unjuk rasa tersebut sudah melewati waktu izin berdemo dan mengganggu arus lalu lintas di depan Balai Kota Bandung.

“Seperti diketahui sebelumnya para pkl Purnawarman menolak relokasi yang dilakukan pemerintah Kota Bandung karena semenjak direlokasi ke tempat parkir omset para pkl menurun drastis,” ungkap Edi kepada wartawan di lokasi, Jumat (16/4).(cr2)

Loading...

loading...

Feeds