Sudah Kolaps, Dua Pabrik di Bandung Kena Warning Disyanjak

Ilustrasi: Disyanjak Kota Bandung saat melakukan penindakan penunggakan pajak. (murwani)

Ilustrasi: Disyanjak Kota Bandung saat melakukan penindakan penunggakan pajak. (murwani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Perusahaan kolaps bukan berarti bebas pajak, seperti menimpa PT Vastek dan Nobel. Gara-gara menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Air Tanah selama lima tahun, perusahaan itu diwarning oleh Disyanjak Kota Bandung.


“Jadi perusahaan ini menunggak PBB sampai sebesar Rp1,2 miliar dan Pajak Air Tanah sekitar Rp157 juta,” ujar Kepala Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung, Ema Sumarna kepada wartawan, Kamis (14/4).

Atas keterlambatan itu, menurut Ema, pihaknya melakukan pemasangan media peringatan keterlambatan pajak di gerbang pintu masuk PT Vastex dan Nobel Jalan Rumah Sakit No 7, Bandung.

“Kita menempelkan spanduk peringatan ini di depan, bukan untuk mempermalukan mereka, namun untuk menimbulkan efek jera kepada penunggak pajak,” katanya.

Harapannya, dengan hal ini penunggak pajak segera memenuhi kewajibannya, dengan membayar pajak.

“Karena kewajiban membayar pajak melekat kepada wajib pajak apapun juga. Bahkan, jika perusahaan mengaku tidak mampu membayar pajak karena perusahaannya pailit, tidak serta merta menggugurkan kewajibannya,” papar Ema.

Sementara, Officer PT Vastek dan Nobel, Thierry mengakui, pihaknya masih menunggak pajak, karena mengalami masalah keuangan.

“Kita kan secara bertahap mem-PHK karyawan, sehingga harus membayar pesangon,” katanya.

Hal ini, lanjutnya, membuat pihaknya telat membayar pajak hingga tiga tahun. Bahkan, untuk pesangon pun pihaknya harus membayar sampai dua kali.

“Kami memang mendahulukan pesangon, karena para pegawai yang di PHK, meminta pesangon cepat dibayar,” tegasnya.

Sedangkan, untuk kewajiban membayar pajak, Thierry mengaku masih harus berhitung, kemapuannya untuk membaryar pajak.

“Karena tidak boleh menunggak, harus dibayar sekaligus,” terangnya.‎ (mur)

Loading...

loading...

Feeds