Nunggak Pajak 4 Tahun, Reklame Merek Otomotif Terkenal Disegel

ilustrasi reklame

ilustrasi reklame

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Gara-gara menunggak pajak, reklame berukuran 5 meter x 10 meter di Jalan AH Nasution nomor 173 disegel tim gabungan penertiban pajak, dengn leading sektor Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung.


“Kami melakukan penindakan, karena wajib pajak sudah menunggak pajak selama empat tahun, dengan besar tunggakan sekitar Rp144 juta,” ujar Kepala Disyanjak Kota Bandung Ema Sumarna, kepada wartawan, Kamis (14/4).

Ema mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat peringatan kepada wajib pajak, tapi tidak digubris.

“Kalau sudah disegel begini, biasanya adalah tiga hari, mereka baru kan merespon,” katanya.

Karenanya, lanjut Ema, pihaknya meminta kepada wajib pajak untuk tertib membayar pajak, tanpa harus menunggu ada penyegelan.

“Bayar pajak ya bayar saja, tidak usah menunggu ditutup materinya,” ungkapnya.

Materi iklan tiang pancang ini, adalah reklame Honda. Menurut Ema, pembayaran pajak merupakan tanggungjawab biro iklan . Jadi para pemasang iklan, seharusnya mengecek dulu, apakh biro iklan yang bersangkutan, punya izin dan sudah bayar pajak atau belum.

“Harga pemasangan iklan sudah satu paket dengan pajak. Nanti yang menyetorkan pajaknya dari pihak biro iklan,” tegasnya.‎

Selan itu, perusahaan kolaps bukan berarti bebas pajak. Hal ini dialami PT Vastek dan Nobel, yang menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Air tanah selama lima tahun.

“Jadi perusahaan ini menunggak PBB sampai sebesar Rp1,2 miliar dan Pajak Air Tanah sekitar Rp157 juta,” ujar Ema‎

Atas keterlambatan ini, Ema mengatakan, pihaknya melakukan pemasangan media peringatan keterlambatan pajak di gerbang pintu masuk PT Vstex dan Nobel Jalan Rumah Sakit Ujungberung No 7, Bandung.

“Kita menempelkan spanduk peringatan ini di depan, bukan untuk mempermalukan mereka, namun untuk menimbulkan efek jera kepada penunggak pajak,” katanya.

Harapannya, dengan hal ini menunggak pajak segera memenuhi kewajibannya, dengan membayar pajak.

“Karena kewajiban membayar pajak melekat kepada wajib pajak apapun juga. Bahkan jika perusahaan mengaku tidak mampu membayar pajak karena perusahaan nya pailit, tidak serta merta menggugurkan kewajibannya,” papar Ema.

Sementara, Officer PT Vastek dan Nobel, Thierry mengakui, pihaknya masih menunggak pajak, karena mengalami masalah keuangan.

“Kita kan secara bertahap mem-PHK karyawan, sehingga harus membayar pesangon,” katanya.

Hal ini, lanjutnya, membuat pihaknya telat membayar pajak hingga tiga tahun. Bahkan, lanjutnya, untuk pesangon pun pihaknya harus membayar sampai dua kali.

“Kami memang mendahulukan pesangon, karena para pegawai yang di PHK, meminta pesangon cepat dibayar,” tegasnya.

Sedangkan, untuk kewajiban membayar pajak, Thierry mengaku masih harus berhitung, kemapuannya untuk membaryar pajak.

“Karen kan, tidak boleh menunggak, harus dibayar sekaligus,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Hadirkan To The POIN Festival

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar …