6 Atlet Voli Duduk NPCI Jabar Harus Terdegradasi

logo PON

logo PON

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Cabang olahraga (cabor) voli duduk Nasional Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Jabar, telah melakukan seleksi terhadap 18 atlet putra dan 12 atlet putri, hasilnya 6 atlet putra mau tidak mau harus terdegradasi dan tidak bisa ikut bertanding saat Pekan paralympic nasional (Peparnas) /XV 2016.

Pelatih voli duduk NPCI Jabar, Pepen Supendi mengaku, seleksi dilakukan pada 11-12 April 2016 karena kelebihan maksimal kuota atlet. Maka, berdasarkan keputusan pelatih dan jajaran pengurus yang sudah melihat dari segi kemampuan dan kualitas akhirnya 6 atlet putra harus didegradasi.

“Kami mencari 12 atlet putra dan 12 Putri unggulan. Alhmadulilah kini sudah terpilih tanpa ada intimidasi atau tekanan dari pihak manapun,” paparnya kepada radar bandung saat ditemui di GOR Pajajaran, Kamis (14/4).

Kemudian, lanjut Pepen, ke-6 atlet yang terdegradasi tidak begitu saja ditinggalkan. Mereka, bisa mengikuti tes dan seleksi di cabor dan nomor lain untuk mengikuti pertandingan Peparnas/ XV 2016, karena NPCI Jabar juga sudah menyediakan wadah dan tempat bagi atlet yang difabel.

“Mereka memiliki keterampilan lain selain voli duduk, maka atlet yang tidak lolos bisa pindah ke cabor lain. Diantaranya, atletik, panahan dan wildcare. Sayang-lah kalau potensi tersebut diabaikan begitu saja,” tegasnya.

Pepen menuturkan, agenda selanjutnya ke-24 atlet yang sudah terpilih akan menjalani pemusatan latihan disalah satu hotel di Kota Bandung, sudah tentu agenda latihan akan masuk ke tahapan khusus.

“Rencananya 5 Mei 2016 akan dipusatkan. Tapi untuk tempatnya kami belum tahu d mana, yang pasti masih di Bandung dan dekat daerah GOR Padjajaran supaya memudahkan ke tempat latihan,” imbuhnya.

Meski demikian, Dirinya mengharapkan kepada para atket Pelatda-Peparnas Jabar yang sudah terbentuk bisa membuktikan prestasi dengan cara bertanggung jawab dan lebih disiplin saat menjalani serangkaian latihan.

“Jujur, voli duduk sangat berat latihannya karena hanya mengandalkan kekuatan tangan. Maka bila disiplin dalam latihan kemungkinan menjadi juara sangat besar,” tandasnya.(cr3)

Loading...

loading...

Feeds