Wuiih… 207 Kepala SD, SMP, SMA/SMK Se Kota Bandung Ikuti Sertijab

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Pemkot Bandung melalui Disdik Kota Bandung melakukan sertijab terhadap 207 Kepala SD, SMP, SMA/SMK di Kota Bandung hari ini. Sertijab ini dalam rangka rotasi dan mutasi di lingkungan Disdik Kota Bandung.


Sertijab berlangsung di SMAN 8 yang dihadiri oleh Kadisdik Kota Bandung berserta jajaran dan Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung Drs Ende Mutaqin, Rabu (13/4).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah atas dedikasinya selama ini yang telah memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bandung.

Elih mengatakan, rotasi dan mutasi yang diselenggarakan Pemkot Bandung, jangan dianggap sebagai sesuatu hal yang negatif, melainkan suatu proses yang biasa terjadi dalam manajemen sekolah dan merupakan pembelajaran.

“Ini bukan kali pertama pelaksanaan mutasi dan rotasi di Dinas Pendidikan Kota Bandung, sehingga kepala sekolah jangan aneh ketika ada rotasi dan mutasi dan harus menjadi suatu hal yang biasa di lingkungan kedinasan,” ujarnya.

Rotasi dan mutasi itu sendiri diatur dalam Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah dan juga Perwal no 157 tahun 2011 sebagaimana telah diubah pada Peraturan Walikota Bandung Nomor 151 Tahun 2012 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Kepala Sekolah di Kota Bandung.

Merujuk kepada aturan tersebut, menurut Elih, kepala sekolah sebetulnya hanya tugas tambahan karena yang utama tugasnya adalah sebagai pengajar.

“Jadi bukan berarti berhenti jadi guru, tapi tetap menjadi guru hanya jabatan tambahannya saja yakni kepala sekolah yang diberhentikan atau di mutasikan,” paparnya.

Proses mutasi dan rotasi ini dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk nanti ketika SMA/SMK ke provinsi akan mengalami hal yang sama.

Kadisdik berharap, pemikiran tentang kemana setelah tidak menjadi Kepala Sekolah harus mulai diubah. “Paradigma setelah menjadi kepsek menjadi pengawas itu harus mulai diubah, karena saat ini menjadi pengawaspun akan ada prosesnya,” tuturnya.

Disebutkannya untuk mantan kepala sekolah yang akan menjadi pengawas bisa mendaftarkan diri ke bidang persekolahannya masing-masing selambat-lambatnya 22 April 2015 mendatang dengan syarat menyerahkan Curiculum vitae dan karya tulis tentang pendidikan.

Disdik saat ini sedang mengkaji dan menghitung rasio kebutuhan pengawas dimana tugas pengawas bukan hanya mengatur manajemen sekolah semata, namun nantinya pengawas Kota Bandung akan berbanding guru dan rumpun mata pelajaran sehingga bisa mendampingi guru.

“Nantinya dalam kajian ini diharapkan para pengawas akan lebih mendampingi guru untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bandung khususnya dari sumber daya gurunya,” pungkas Elih. (mur)

Loading...

loading...

Feeds