Wow… Penduduk Kota Bandung Capai 2,3 Juta Jiwa

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Jumlah penduduk Kota Bandung sudah mencapai 2,3 jiwa dengan tambahan kurang lebih 1 juta jiwa di siang hari. Namun demikian, masih ada 159.945 warga yang belum merekamkan diri untuk pembuatan KTP elektronik atau e-KTP.


Hal itu diungkapkan Walikota Bandung Ridwan Kamil pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Data Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung Tahun 2016 di Park Hotel, Kota Bandung, Rabu (13/4). Oleh sebab itu, Ridwan Kamil mengimbau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk bekerja lebih cerdas.
“Urusan pelayanan data kependudukan ini adalah urusan matematika sederhana. Artinya semua jenis pelayanan ini harus bermuara pada sebuah sistem yang secara logika mudah dilakukan,” ujar Ridwan Kamil.

Selain itu, Ridwan Kamil ingin kelak pelayanan data kependudukan bisa lebih mudah dijangkau masyarakat. Ia menyarankan untuk menggunakan teori psikologi di mana dinas memahami keinginan masyarakat untuk mendapatkan layanan senyaman dan semurah mungkin, bahkan bila perlu tidak harus keluar rumah.

“Berinovasilah dengan teori psikologi di mana warga tidak harus ngingkig (pergi ke suatu tempat,red),” jelas Ridwan Kamil.

Pada kesempatan tersebut Ridwan juga mengapresiasi kinerja Disdukcapil Kota Bandung atas kinerjanya selama ini.

Sementara. Kepala Dinas Disdukcapil Kota Bandung di bawah pimpinan Popong W Nuraeni telah melakukan banyak inovasi untuk meningkatkan pelayanan data kependudukan di Kota Bandung.

“Salah satunya adalah dengan pengadaan kendaraan mobil yang diberi nama Mepeling, yakni Memberikan Pelayanan Keliling,” kata Popong.

Popong mengatakan, Mobil Mepeling nantinya akan memberikan pelayanan kependudukan dengan sistem ‘jemput bola’ kepada masyarakat. Sistem jemput bola ini juga bekerja sama dengan pihak rumah sakit sehingga setiap ada kelahiran, Disdukcapil akan langsung membuatkan akta kelahiran.

Disdukcapil Kota Bandung juga mengeluarkan akta kelahiran dengan sistem braille disamping akta kelahiran yang berlaku secara nasional. Ide akta kelahiran braille ini diapresiasi oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

“Di Kota Bandung itu ada 400 tunanetra yang harus kita layani juga,” jelas Popong.

Dalam laporannya, Popong juga menjelaskan tentang jumlah usia produktif di Kota Bandung, yakni sebanyak 64%. Secara sederhana, ini berarti satu orang di Kota Bandung bertanggung jawab terhadap dua orang.

“Di Kota Bandung rata-rata satu orang menanggung dua jiwa. Jadi ini masih dalam relatif wajar,” tambah Popong. (mur)

Loading...

loading...

Feeds