Kemensos Fokus Validasi Data Masyarakat Berstatus Sosial Ekonomi Rendah

Mensos Khofifah

Mensos Khofifah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tahun 2015, Kementrian Sosial memfokuskan diri pada verifikasi dan validasi data yang bekerja sama dengan PNP2K dan Disdukcapil dalam menentukan 40 persen masyarakat Indonesia berstatus sosial ekonomi terendah.


Menurut Menteri Sosial RI Khofifah Indra Parawangsa, hal itu disebut Basis Data Induk (BDI) yang diintervensi menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Basis Data Terpadu (BPT). Tahun ini, SK BDI dari Mensos sudah selesai dan tinggal menunggu BDT untuk sinyali data.

“BDT dilakukan untuk mengetahui update data masyarakat yang ter-upgrade, yaitu keluarga miskin yang tiba-tiba salah satu keluarganya mendapatkan pekerjaan yang layak, atau data ter-downgrade yang awalnya keluarga kaya tiba-tiba jatuh menjadi tidak mampu,” ujar Khofifah kepada wartawan di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu (13/4).

Update terbaru, ada lima kabupaten yang valid dan akan dikembangkan menjadi 50 kabupaten dan kota dengan sistem layanan rujukan terpadu.

“Bukan hanya untuk data BKH atau KIPKI mungkin saja di tempat mereka ada laporan belum ada listrik, mereka bisa menjadi pusat kesejahteraan sosial (puskessos) yang minimalnya akan ada dua relawan yang difasilitasi Tab yang sudah diisi software dengan jaringan sistem informasi kesejahteraan sosial,” ungkap Khofifah.(cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …