Ketua PB PON Jabar Siap Mencari Venue Pengganti GOR Bandung

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menanggapi persoalan GOR Bandung di Jalan Jakarta yang rencana awalnya bisa digunakan saat perhelatan pesta akbar PON Ke-XIX/ 2016 Jabar. Ketua PB PON Jabar sekaligus Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, akan mencari venue lain sebagai solusi alternatif bilamana proyek pembangun tersebut masih molor.


Menurut Aher sapaan akrabnya, terkait jumlah venue di Jabar khususnya di Kota Bandung antara yang belum dan sudah selesai pembangunannya semua masih dalam proses perhitungan. Salah satunya, GOR Bandung.

“Waktu menuju PON/XIX sudah mepet, jadi kami mulai menghitung berapa jumlah venue yang siap digunakan dan venue mana yang masih jalan ditempat pembangunannya,” ucapnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung Sate, Selasa (11/4).

Hingga saat ini, Lanjut Aher, bila memang benar pengerjaan GOR Bandung masih jalan ditempat seperti sekarang, maka pihaknya sudah memiliki alternatif lain untuk mencari venue pengganti. Karena, batasan kesiapan harus berkejaran dengan deadline pembangunan.

“Opsi pertama kami masih GOR Bandung. Tapi, bila nanti kemungkinan tidak bisa dipakai saat PON/ XIX Jabar maka kami akan mencari venue lain,” terangnya.

Kemudian kapan waktu keputusannya, apakah tetap menunggu pengerjaan GOR Bandung selesai atau segera menunjuk venue lain. Aher berkata, keputusan tersebut kemungkinan diambil pada Juni-Juli 2016, karena pihaknya juga harus mempelajari deadline waktu karena dia tidak mau ada kendala mengenai venue.

“Juli 2016 semua putuskan final apakah menunjuk venue lain atau tidak. Seperti GBLA-kan ada cadangan yaitu Stadion Jalak Harupat. Pokonya mana yang bisa dimanfaatkan, itu yang kita pakai,” ucapnya.

Kemudian, ketika disinggung mengenai pembagunan GOR Bandung yang masih molor pengerjaanya apakah dikarenakan ada pejabat yang bermain, Aher menanggapi dengan serius. Menurutnya, bila disinyalir ada oknum yang memanfaatkan persoalan tersebut dirinya tidak segan untuk menindak tegas dan harus berani dipertanggungjawabkan.

“Bila mamang benar ada oknum yang dengan sengaja memperumit persoalan, ya kita serahkan kepada hukum,” tuturnya.

Aher menambahkan, bila ada oknum yang bermain, khususnya pejabat di lingkungan Pengprov maka wewenang untuk menindak secara tegas sangat memungkinkan. Namun, terkecuali bila pejabat berasal dari kabupaten atau kota dimana ada venue untuk pelaksanaan PON/ XIX, maka itu menjadi tanggung jawab Bupati atau Walikota karena mereka merupakan Ketua Sub PB PON.

“Mereka (Sub PB PON) sudah memahami harus bagaimana, khusus untuk kota dan kabupaten. Tapi bila pejabat provinsi itu urusan saya yang menindak,” tandasnya.(cr3)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …