Istri Ajid Tak Perlu Jual Ginjal, Pemkab Bandung Barat Siap Menanggung Pengobatan

Mira (26), menemani suaminya, Ajid (33) korban luka bakar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi, Jumat (8/4). Mira rela menjual ginjalnya untuk membayar perawatan suaminya. (bahi)

Mira (26), menemani suaminya, Ajid (33) korban luka bakar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi, Jumat (8/4). Mira rela menjual ginjalnya untuk membayar perawatan suaminya. (bahi)

POJOKBANDUNG.com, KBB–Seluruh biaya pengobatan Ajid (33) warga Desa Cangkorah RT 1/RW 8 Kecamatan Batujajar yang menderita luka bakar akibat tersengat listrik saat bekerja, akan ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Pasalnya, demi membiayai operasi Ajid, Mira (26) sempat rela menjual ginjal karena tidak menpunyai biaya.


Bupati Bandung Barat, Abubakar menyatakan, Pemkab Bandung akan menanggung seluruh biaya pengobatan yang dibutuhkan oleh Ajid.

“Pemerintah akan menjamin penuh semua biaya pengobatannya, tak perlu istrinya Mira (26) menjual ginjal segala,” tutur Abubakar kepada wartawan di Ngamprah, Senin (11/4).

Saat ini Ajid yang berprofesi buruh bangunan terbaring lemah di ruang rawat inap gedung E lantai 2 RSUD Cibabat, Kota Cimahi.

Abubakar mengungkapkan, sebenarnya untuk kasus-kasus tertentu, dirinya selaku bupati bisa memberi mandat kepada pihak rumah sakit supaya tidak lagi menghitung pembiayaan pasien tersebut.

“Kita berikan mandat kepada RS yang sudah bekerja sama untuk pembiayaan yang tidak terbatas, sampai selesai,” ujarnya.

Untuk penanganan pasien pemegang kartu jamkesda, Pemkab Bandung Barat sudah menjalin kerjasama dengan 10 rumah sakit, yaitu RSUD Cililin, RSU Dustira, RSU Cibabat, RSUD Lembang, RSUD Soreang, RSu Rotinsulu, RSHS, Rumah Sakit Mata Cicendo, RS Jiwa Jawa Barat, dan Balai Besar Paru.

Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Bandung Barat Pupu Sari Rohayati mengungkapkan, pihaknya sudah berkordinasi dengan RSUD Cibabat mengenai pasien Ajid asal Kabupaten Bandung Barat.

“Kita sudah berkordinasi dan sekarang bagimana kebutuhan saja, apabila ada rekomendasi dan diperlukan untuk dipindahkan ke RS Hasan Sadikin, langsung dipindahkan saja,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebenarnya Ajid tercatat sebagai pemegang kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Namun karena kekhawatiran apabila menggunakan jamkesda biaya yang bisa digunakan terbatas hanya sampai Rp.6.000.000, dirinya pun akhirnya tidak menggunakannya.

“Mungkin karena khawatir biayanya tidak akan terbayar apabila memakai Jamkesda, dan pihaknya pun tidak berkordinasi dengan pemerintah, sehingga sampai menawarkan menjual ginjal,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bandung Barat Heri Partomo menuturkan, kini seluruh pengobatan Ajid ditanggung penuh oleh Penerintah Kabupaten Bandung Barat. Pihaknya pun menyangkan bahwa tidaknya ada kordinasi pihak Ajid kepada pemerintah.

Karena kekhawatiran terkendala biaya, keluarga Ajid pun sempat didaftarkan dalam BPJS, namun untuk mengaktivasi BPJS Ajid harus bekerja minimal 14 hari kedepan, sedangkan kini Ajid masih terbaring lemah.

“kita mendapatkan informasi bahwa korban punya jamkesda, apabila menjelaskan secara detail, kita bisa usahakan fasilitasi oleh Dinsos untuk di naikan plafon Jamkesda atau apabila memakai BPJS asalnya non-PBI menjadi PBI,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …