Big Daddy Koleksi Puluhan PSK Kelas Elit, Ini Tarifnya

Tersangka prostitusi kelas elite yang diciduk Polrestabes Bandung. (khairizal maris)

Tersangka prostitusi kelas elite yang diciduk Polrestabes Bandung. (khairizal maris)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Seorang pria berinisial MH alias Big Daddy (50) ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus praktik prostitusi kelas elite di Kota Bandung. Ia sudah menjalankan bisnis haramnya selama setahun terakhir.


KabagOps Polrestabes Bandung, AKBP M Jhoni, mengatakan, pelaku memiliki puluhan wanita yang dapat melayani jasa esek-esek. Big Daddy memberikan tarif berbeda-beda untuk sekali kencan tergantung kemampuan PSK melayani pelanggan dan kondisi fisiknya.

“Tarif para PSK di bawah naungannya itu mulai Rp 3 juta sampai Rp 15 juta untuk sekali kencan,” kata Joni kepada wartawan di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (11/4).

Berdasarkan tarif yang ditetapkan, Jhoni menduga, pelanggan yang memesan wanita kepada Big Daddy berasal dari golongan kelas menengah ke atas. Apalagi lokasi pelayanan jasa kencan singkat itu kerap dilakukan di hotel bintang empat dan lima. Tersangka mengambil keuntungan dari tarif yang ditetapkannya kepada pelanggan.

“Tersangka mendapat keuntungan bervariasi juga untuk sekali kencan, dari Rp 750 ribu sampai jutaan, tergantung tarif yang disepakati,” ujar Joni.

Joni mengatakan, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 2.750.000, dua unit ponsel, satu unit laptop, bukti transfer, tisu, kondom, dan kunci kamar hotel yang digunakan untuk kencan. Dari hasil pemeriksaan, Big Daddy tidak menjalankan praktik esek-esek tersebut secara online, melainkan menawarkan PSK kepada pelanggan yang dikenal.

“Pelaku sudah punya pelanggan tersendiri sehingga hanya pelanggan yang bisa memanfaatkan jasa pelaku. Pelanggan tinggal berhubungan dengan pelaku. Cocok tidak cocok wanitanya, itu tergantung pelanggan,” ujarnya.

Big Daddy kini mendekam di sel tahanan Polrestabes Bandung. Ia dikenakan pasal 296 KUHPidana tentang praktik penyedia pencabulan dan Pasal 506 KUHPidana tentang mucikari yang mengambil keuntungan dari pelacuran. Ia terancam hukuman penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.(cr2)

Loading...

loading...

Feeds