Rencana Mobil Dinas, Dewan Belum Satu Suara

rencana pengadaan mobil dinas mendapat penolakan dari elemen masyarakat. (bayu)

rencana pengadaan mobil dinas mendapat penolakan dari elemen masyarakat. (bayu)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– DPRD Jawa Barat belum satu suara menyikapi polemik rencana pembelian mobil operasional baru jenis Toyota Fortuner untuk 95 anggota dewan. Dari sejumlah fraksi, mereka ada yang tegas menolak dan ada juga yang masih bersikukuh untuk merealisasikannya.

Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Jabar dengan tegas akan menolak pembelian kendaraan dinas anggota dewan meski sifatnya hanya pinjam pakai. “Kami dari Fraksi Partai Nasdem Jabar akan menolak pembelian mobil Fortuner untuk anggota DPRD Jabar, sekalipun sifatnya hanya pinjam pakai,” kata Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jabar M Iqbal, di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Jumat (8/4).

Bahkan, pihaknya berjanji akan mengembalikan mobil dinas kepada Sekretariat DPRD Jabar jika rencana tersebut sudah tetap dilaksanakan. “Bahkan kalau diminta, kami siap juga mengembalikan mobil lama ke Setwan,” katanya.

Berbeda dengan Iqbal, Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Waras Wasisto belum menentukan sikap terkait rencana pembelian mobil baru tersebut. Namun, pihaknya akan patuh dalam setiap keputusan yang diambil nantinya.

“Seandainya teman-teman menganulir, kita akan ikut. Enggak masalah,” kata Waras di tempat yang sama.

Menurut Waras, sebetulnya pengadaan mobil baru ini sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Tahun ini bukan hanya DPRD yang akan mendapat mobil baru, pihak eksekutif pun mengajukan melalui Biro Pengelolaan Barang Daerah Pemprov Jabar.

“Artinya jangan seolah-olah dewan yang mengusulkan,” katanya. Waras melanjutkan, karena sudah masuk dalam anggaran, DPRD Jabar kemudian menggelar rapat pimpinan mengenai pembelian mobil Fortuner ini.

Dalam rapat tersebut diputuskan jika mobil untuk anggota dewan sifatnya pinjam pakai. “Semua kemarin bersepakat pinjam pakai. Alasannya karena kita mobil operasional, kita tidak ada tunjangan transportasi,” katanya.

Disinggung sikap Fraksi Nasdem yang menolak pembelian mobil baru ini, Waras mengaku enggan ikut campur dalam urusan fraksi lain karena bukan menjadi kewenangannya. Namun yang jelas, kata Waras, Fraksi Nasdem telah melenceng dari kesepakatan hasil rapim yang dilakukan sebelumnya.

“Soal Nasdem menolak, masing-masing partai punya kebijakan. Kita enggak berani masuk ke wilayah dapur orang. Nasdem melenceng karena awalnya sepakat,” paparnya.

Pihaknya juga tidak mau ambil pusing mengenai masalah ini. Sebab, surat resmi dari pimpiman dewan mengenai pinjam pakai mobil belum diajukan kepada Biro Pengelolaan Barang Daerah Jabar.

“Buat kita Fraksi PDIP Perjuangan kebetulan anggota dewan, saya tidak pusing, orang surat resmi belum dikirim kok. Seandainya teman-teman menganulir kita ikut, enggak masalah,” katanya.

Pihaknya pun belum mau bersikap karena ingin tahu pihak mana yang akan memanfaatkan isu ini untuk kepentingan citranya sendiri. “Saya ingin tahu siapa yang jadi pahlawan kesiangan di isu ini. Apakah birokrat atau kawan-kawan kita (di DPRD),” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …