Ini Kronologi Truk Masuk Jurang di Desa Nyalindung KBB

Kondisi truk setelah terperosok ke jurang di desa Nyalindung, Cipatat, KBB, Jumat (8/4). (habibie)

Kondisi truk setelah terperosok ke jurang di desa Nyalindung, Cipatat, KBB, Jumat (8/4). (habibie)

POJOKBANDUNG. com, CIPATAT–Diduga akibat rem blong sebuah truk trailer sarat muatan Nopol B 9318 BEH meluncur ke lembah pinggir Jalan Raya Purwakarta-Cikalongwetan, Kampung Cikubang, RT 1 RW 5, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (8/4). Tidak ada korban dalam kecelakaan itu, namun muatan truk yang tumpah jadi rebutan warga.


Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, truk itu terperosok ke tebing berketinggian sekitar 15 meter dari bawah jalan. Truk menabrak sedikit bagian dari gudang rongsokan milik warga setempat. Berbagai produk pembersih yang diangkut truk tersebut berserakan dan diambili warga yang lewat maupun warga sekitar, Meski tidak ada korban jiwa namun truk tersebut nyaris menghantam pemukiman warga.

Sopir truk, Edi Purwanto tampak syok akan kecelakaan tersebut. Dia mengaku hanya mengalami luka-luka memar di kepala, tangan dan kakinya. “Saya berkendara sendiri, tidak didampingi teman atau kernek. Saya juga keluar sendiri saat setelah kecelakaan, karena takut ada yang meledak. Soalnya, ada asap yang keluar dari truk,” tuturnya.

Menurut dia, produk pembersih yang dibawa memiliki berat bersih 11,640 ton. Muatan tersebut dia bawa dari Karawang hendak menuju Cileunyi. Dikatakannya mobil yang dibawanya mengalami rem blong sehingga dia sengaja membanting stir ke arah kiri dan masuk jurang.

“Saat direm sudah enggak masuk, karena takut kena angkutan di depan kalau diteruskan ke bawah, mobil makin kencang, jadinya banting ke kiri langsung kena pohon dan terperosok ke bawah,” tuturnya dengan raut wajah cemas.

Sementara itu, Kepala Satlantas Polres Cimahi Silfia Sukma Rosa menyatakan, truk kontainer itu mengalami kecelakaan karena diduga mengalami rem blong.

“Dalam kondisi jalan menurun dan mengalami rem blong, truk berusaha menghindar tabrakan dengan angkot yang berada di depannya. Stir dibelokkan ke samping kiri, kemudian masuk jurang,” kata Silfia.

Akibat kecelakaan tersebut, lanjut dia, terdapat kerugian materi berupa kerusakan kendaraan, bangunan rongsokan, serta pohon milik warga. Sementara selanjutnya untuk evakuasi truk dilakukan menggunakan alat berat. “Nilai kerugian materi ditaksir sekitar Rp 70 juta. Selain itu tidak ada korban jiwa juga,” pugkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds