Tarif Jasa Angkutan Umum di Bandung Turun Rp 100

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Tarif jasa angkutan umum akhirnya turun Rp 100. Penurunan ini berdasarkan hasil kesepakatan Organda dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.


“Intinya sudah mengikuti imbauan dari pusat dan provinsi yaitu penurunan sekitar tiga persen atau sebesar Rp 100,” ujar Sekretaris Dishub Kota Bandung Enjang Mulyana.

Menurut Enjang, penurunan tarif ini memang tidak signifikan. Soalnya, biaya operasional dan uang setoran tidak ikut turun.

“Yang menjadi masalah sekarang, BBM turun, tapi harga suku cadang tidak ikut turun,” paparnya.

Enjang mengatakan, penurunan tarif angkutan umum ini, akan segera diberlakukan setelah wali kota selsai menandatangani Perwal (Peraturan Wali Kota).

“Kita juga sambil sosialisasi agar masyarakat Bandung tahu adanya penurunan tarif ini dan kita berharap para sopir angkot juga mau menjalankan dengan menurunkan tarif yang telah disepakati,” paparnya.

Sementara, Ketua Koperasi Bandung Tertib (Kobanter) Dadang Hamdani bersama pengusaha lainnya mengaku telah menyetujui adanya penurunan tarif sebesar Rp 100. Pihaknya berjanji segera merealisasikannya.

“Selain harga spare part yang tidak turun, jalanan di Kota Bandung juga sering macet. Jadi ya penurunan tiga persen saya rasa sudah tepat,” kata Dadang.

Sementara, anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga menilai, penurunan harga BBM ini, belum bisa dirasakan benar oleh pengguna setia jasa angkutan umum.

“Apalagi penurunan tarif angkutan umum terutama angkutan kota (angkot) di Kota Bandung hanya mencapai tiga persen atau sebesar Rp 100 dari tarif ongkos angkutan sebelumnya,” papar Sekretaris Komisi C ini.

Meskipun begitu, Awang mengapresiasi keputusan ini, karena bagaimana pun juga, pihak yang bersangkutan sudah menaati peraturan yang diberikan pemerintah pusat, yakni untuk menurunkan tarif angkutan sebesar tiga persen.

“Tentunya sudah melalui berbagai pertimbangan, seperti biaya operasional semisal biaya pergantian suku cadang dan lain-lain. Karena itu tadi, kalau BBM bukan komponen tunggal operasional,” jelasnya.

Awang memprediksi, besaran angka yang hanya mencapai Rp 100 tersebut, bisa menyulitkan dalam transaksi uang.

“Tetapi itu kan sudah disepakati. Sekarang tinggal Dishub dan Organda mengawasi saja di lapangan dengan baik,” jelasnya. (mur)‎

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …