Kepemilikan Akta Kelahiran Belum di Bandung Belum Capai Target

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Dari 722 ribu anak usia 0-18 tahun belum seluruhnya memiliki akta kelahiran. Menurut catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, dari jumlah sebanyak itu, baru 69 persen yang memiliki akta kelahiran. Padahal, berdasarkan target pusat, di tiap daerah harus mencapai 77 persen.


“Jadi di Kota Bandung ini masih belum mencapai target,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Disdukcapil Kota Bandung, Edi Zein, Kamis (7/4).

Menurut Edi, kesulitan yang dihadapi, lantaran, kesadaran masyarakat akan pentingnya akta kelahiran masih rendah. Ujung-ujungnya, orang tua akan mendadak membuat akta kelahiran saat sudah merasa perlu.

“Padahal akta kelahiran penting, terutama saat anak masuk sekolah,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Edi, pihaknya akan melakukan sistem jemput bola bagi masyarakat yang belum punya akta kelahiran.

“Kami akan siapkan enam unit mobil keliling yang akan melayani masyarakat untuk membuat administrasi kependudukan, termasuk akta kelahiran,” tegasnya.

Selain itu, untuk memudahkan msyarakat, sejak tahun ini, Pemkot Bandung menghilangkan denda untuk masyarakat yang terlambat mengurus administrasi kependudukan.

“Berdasarkan perda baru, kita menghapuskan seluruh denda, bagi masyarakat yang terlambat mengurus administrasi kependudukan,” jelasnya.

Sebelumnya, untuk masyarakat yang terlambat mengurus KTP, akta kematian dan surat pindah datang, akan didenda.

“Namun, karena ternyata denda ini, memberatkan masyarakat, jadi denda itu dihilangkan,” tambah Edi.

Dengan dihilangkannya denda ini, lanjut Edi, pihaknya memang menerima banyak permintaan pembuatan akta kelahiran.

“Kalau biasanya sehari ada 100 orang yang membuat akta kelahiran, sekarang sehari bisa mencapai 200 pemohon,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …