Fasilitas Umum dan Sosial Lahan Kuburan Dipertanyakan Dewan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) untuk lahan kuburan, kini dipertanyakan DPRD Kota Bandung kepada pengembang.


“Berdasarkan peraturan, developer yang akan melakukan pembangunan harus menyumbangkan dua persen dari seluruh lahan yang akan dibangun, untuk lahan pemakaman,” ujar Ketua Pansus 3 DPRD Kota Bandung Ade Fachruroji, yang membahas perturan daerah (Perda) tentang pemakaman dan pengabuan mayat serta retribusinya, kepara wartawan, Rabu (6/4).

Ade mengatakan, selama ini, pihaknya belum mengetahui perihal penyerahan fasum dan fasos tersebut. Karenanya, Pansus 3 akan melakukan uji petik terhadap beberapa pengusaha besar di Kota Bandung, seperti Sumarecon, Adipura dan Pinus Regency.

“Kita akan pertanyakan, bagaimana implementasi di lapangn dan apa kendala yang mereka hadapi untuk mengiplementasikan perda tersebut,” papar Ade.

Menurut Ade, ketersedian fasum-fasos ini menjadi salah satu syarat keluarnya izin dari pemerinth kepada pengembang. Sehingga, tidak ada permainan dari pengembang.

“Laham pemakamannya sendiri, ditentukan oleh Pemkot Bandung, salah satunya, di kawasan Nagrog,” katanya.

‎Selain itu, karena dianggap kurang layak, pemakaman di Kota Bandung akan ditata dan dirumputisasi.

“Kalau kita lihat sekarang, makam di Kota Bandung tidak teratur,” ujar Ade‎.

Bahkan, karena tidak ada lahan untuk jalan saat berziarah atau saat memakamkan, jadi mereka melangkahi makam.

“Padahal, kan etikanya tidak boleh melangkahi makam,” tambahnya.

Dari 32 Taman Pemakaman Umum (TPU) di Kota Bandung, baru beberapa TPU yang sudah ditata, seperti di Rancacili.

“Tapi masih banyak yang belum dibenahi,” tegasnya.

Selain itu, untuk mengurangi pungutan liar di TPU, Pansus 3 akan membuat payung hukum, untuk menggaji pekerja harian lepas (PHL).Gaji yang diberikan kepada PHL, adalah Rp1,2 juta.‎ Dengan digajinya PHL, diharapkan pungutan liar bisa ditekan.

“Pungutan liarnya bisa mencapai Rp2 juta untuk menggali lubang satu makam. Padahal peraturannya hanya Rp350 per lubang,” katanya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds