Mantan Pegawai PT Pindad Dibekuk Polisi, Begini Kronologisnya …

Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan memperlihatkan barang bukti senpi hasil sakitan eks karyawan Pindad. (mildan)

Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan memperlihatkan barang bukti senpi hasil sakitan eks karyawan Pindad. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH– Seorang mantan pegawai PT Pindad dibekuk oleh Satreskrim Polres Bandung karena diduga melakukan perakitan senjata api jenis pistol.


Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, penangkapan warga Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung tersebut, berawal dari penangkapan tiga orang pelaku kejahatan beberapa waktu lalu.

“Awalnya ada tiga orang pelaku kejahatan, salah satunya terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88. Dari keterangan para pelaku kejahatan itu mengaku mendapat senjata api dari saudara E warga Jelekong,” ujar Erwin, Selasa (5/4).

Setelah mendapat informasi, satreskrim Polres Bandung kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka.

Dari rumah E, didapat puluhan barang bukti berupa alat-alat yang digunakan untuk melakukan perakitan senjata api.

Selain menemukan alat-alat pembuatan senpi, polisi juga menemukan beberapa pistol dalam kondisi rusak, termasuk pistol rakitan sendiri yang belum selesai dibuat.

Menurut Erwin, tersangka biasa merakit pistol sendiri dan membeli pistol rusak dari para pelaku kejahatan untuk diambil spare part-nya.

“Saudara E ini, beberapa spare part yang masih bagus dipakai untuk memperbaiki pistol lain, terutama larasnya,”ungkapnya.

Setelah pistol selesai diperbaiki atau dirakit, dia kemudian menjualnya kembali kepada para pelaku kejahatan termasuk seorang terduga teroris yang telah diamankan oleh densus 88 beberapa waktu lalu.

Setiap pucuk pistol, dijual oleh tersangka seharga Rp 6juta sampai Rp 9 juta.
Erwin mengatakan, keahlian tersangka membuat pistol diperoleh dari pengalamannya sebagai pegawai di PT Pindad, dimana E pernah bekerja di perusahaan pembuat senjata tersebut selama enam tahun.

“Tersangka mantan pekerja di PT Pindad, dia bekerja dari tahun 1979 sampai 1985 pada bagian reparasi senjata,”ungkapnya.

Karena perbuatannya, tersangka terancam kurungan 10 tahun penjara karena melanggar undang undang darurat negara republik indonesia nomot 12 tahun 1951,paaal 1 ayat 1.

“Tersangka telah menjalankan perakitan dan penjualan senjata selama tiga tahun,” tandasnya. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …