Duh… Target Pajak Reklame Disyanjak Kota Bandung Belum Tercapai

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Satu dari sembilan mata pajak yang dikelola Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung, tidak mencapai target.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perencanaan, Disyanjak Kota Bandung, Gingin Ginanjar.


“Dalam triwulan pertama ini, pajak reklame masih belum tercapai. Sementara sisanya tercapai 100 persen, bahkan ada yang lebih,” ujar Gingin kepada wartawan, Selasa (5/4).

Ke sembilan mata pajak itu, menurut Gingin, antara lain, pajak hotel, restosan, hiburan, parkir, pajak penerangan jalan, BPHTB, PBBN reklame dan pajak air tanah. Sedangkan yang belum tercapai targetnya, adalah pajak reklame.

“Dari target tahun yang ditetapkn sebesar Rp290 miliar, pada triwulan ini baru tercapai sebesar Rp6,8 miliar, atu beru tercapai sekitar 2,3 persen,” paparnya.

Tidak tercapainya target ini, kata Gingin, karena penarikan pajak reklame ini berdasarkan izin.
Sehingga untuk reklame yang belum memiliki izin tidak memiliki izin tidak bisa ditarik pajaknya.

“Sementara, masih sedikit pengusaha yang mendaftarkan reklamenya, sehingga izinnya pun sebenarnya tidak ada,” ungkap Gingin.

Sebab itu, Disyanjak tengah giat mencari reklame mana saja yang tidak memiliki izin. Untuk selanjutnya diambil tindakan, mulai penutupan materi reklame, sampai pembongkaran reklame.
Sementara itu, capaian untuk pajak hotel dalam triwulan pertama ini sebesar Rp65 miliar dari trget tahunan sebesar Rp270 miliar atau setara dengan 24 persen.

Halnya dengan pajak restoran capaiannya sebesar Rp53,7 miliar, dari target Rp198,2 miliar, atau sekitr 27 persen. Untuk Pajak Bumi dan Bangunan capaiannya sebesar Rp28,3 miliar dari target Rp430 miliar atau sekitar 6,5 persen.‎

“Selama ini, capaian PBB di triwuln pertama jarang melampuai target, karena SPPT baru dibagikan ke masyarakat sekitar April, jadi pembayaran baru bisa setelah itu,” paparnya.

Karenanya tahun ini SPPT dibagikan pada Februari, sehingga, masyarakat sudah melakukan pembayaran. Ditambah dengan kebijakan kepala Disyanjak yang mengharuskan stafnya membayar PBB tepat waktu.

“Jadi dari 394 orang staf Disyanjak, sekitar 290 orang adalah warga Kota Bandung dan semua sudah membayar pajak. Capaian pajak dari para staf itu mencapai Rp150 juta,” pungkasnya. (mur) ‎

Loading...

loading...

Feeds