Diterjang Hujan Deras, Dua Rumah di Cimahi Nyaris Roboh

Petugas memeriksa dua rumah yang jebol akibat diterjang hujan di Cipageran Cimahi, (bahi)

Petugas memeriksa dua rumah yang jebol akibat diterjang hujan di Cipageran Cimahi, (bahi)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Hujan yang mengguyur kota Cimahi dengan intensitas tinggi menyebabkan dua rumah warga di Kelurahan Cipageran rusak. Satu rumah hampir roboh karena tanah di bawah pondasinya longsor, rumah lainnya mengalami kerusakan di bagian tembok yang jebol akibat luapan air.


Kedua rumah tersebut masing-masing milik Dadang (35) yang beralamat di Kelurahan Cipageran RT 1 RW 18 dan Burhanudin (54) warga Kelurahan Cipageran RT 1 RW 28 Blok H3 no 103.

Dadang, saat ditemui di rumahnya mengatakan, longsoran tanah terjadi sekitar pukul 22.00 WIB setelah diguyur hujan yang besar. “Hujannya besar sekali, lalu setelah itu tanah di bawah pondasi rumah longsor,” katanya.

Kondisi rumhnya saat ini masih berdiri kokoh, namun ia merasa khawatir jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, bisa membuat longor susulan dan membuat rumahnya roboh.

Pantauan di lapangan, Dadang dan warga membersihkan sisa-sisa tanah yang sempat menutupi jalan. Adapun tanah yang longsor di bawah rumah ditutupi terpal untuk menghalangi air dengan tujuan agar tidak ada longsor susulan.

“Ya kami lakukan beberapa upaya pencegahan dengan alat seadanya. Mudah-mudahan bisa berfungsi dengan baik,” katanya.

Pasalnya, jika kembali longsor, ia katakan kemungkinan rumahnya akan roboh dan menimpa beberapa rumah yang berada di dekat rumahnya.

“Saya harap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan. Saya juga tidak tahu ini (terpal) bisa bertahan berapa lama untuk menahan longsor,” pungkasnya.

Sementara di tempat lain, tembok rumah milik Burhanudin jebol akibat air yang meluap akibat banjir di wilayah komplek.

“Sekitar pukul 22.00 WIB banjir terjadi karena drainase tidak kuat menampung air yang besar. Ketinggian air kurang lebih 1,5 meter. Karena arusnya kuat, dinding rumah saya sampai roboh,” ujar Burhanudin saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Akibat kejadian tersebut, ia mengalami kerugian sekitar Rp. 20 juta. Ia menegaskan tidak mengapa jika tidak ada bantuan dari pemerintah. Hanya saja ia meminta dinas terkait membantu menyelesaikan masalah drainase.

“Saya inginnya pemerintah setempat bisa menyelesaikan drainase. Karena makin kesini, banjir makin parah,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds