Jabar Targetkan Semua UN Berbasis Komputer 2018

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan semua sekolah di Jawa Barat dapat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2018 mendatang. Selain menghemat biaya, pelaksanaan UNBK pun dinilai dapat menekan kecurangan dalam pelaksanaan UN.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, UNBK ini tidak akan menggunakan kertas sehingga dapat menekan anggaran untuk mencetak soal. Dari sisi pengawasan saat ujian pun, pihaknya merasa yakin akan menekan kebocoran dan kecurangan.

“Ke depan ingin lebih banyak lagi UNBK. Karena murah, pengawasan pun tidak khawatir soal bocor,” kata Heryawan saat meninjau pelaksanaan UN di SMAN 20 Bandung, Bandung, Senin (4/4).

Dari sekitar 6.019 sekolah tingkat SMA/SMK di Jawa Barat, sebanyak 403 sekolah yang telah melaksanakan UNBK. Jumlah tersebut, katanya, meningkat empat kali lipat dibanding 2015 lalu sebanyak 103 sekolah.

“Tahun depan kita targetkan seribu sekolah yang melaksanakan UNBK,” kata Aher, sapaan akrab Heryawan. Dia menambahkan, agar bisa melaksanakan UNBK, setiap sekolah harus memiliki komputer setara dengan jumlah siswa kelas XII yang akan melaksanakan ujian.

Atau, lanjutnya, jumlahnya minimal 50 persen dari jumlah siswa agar pelaksanaan ujian dapat berjalan efektif. “Sekarang kan sampai tiga shift. Supaya tidak harus tiga shift ya harus punya komputer sebanyak jumlah siswa perseta ujian. Atau minimal setengahnya. Jadi hanya dua shift,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya akan memanfaatkan dana Bantuan Oprasional Sekolah Pendidikan Menengah Universal (BOS PMU) untuk pengadaan komputer di masing-masing sekolah. “BOS PMU ini ada dari pusat dan provinsi. Pengadaan komputer bisa lewat itu. Lewat surat gubernur bisa dipakai apa saja (BOS PMU) salah satunya untuk pembelian komputer,” katanya.

Pembelian komputer pun, menurutnya bisa memanfaatkan sumber daya lainnya seperti membeli komputer atau laptop hasil rakitan siswa SMK. “Jadi nanti kita usulkan ke LKPP untuk e-catalog, jadi nanti diusulkan misalnya komputer SMKN 2 masuk ke e-catalog. Jadi ada cara legal secara hukum untuk menghargai karya anak bangsa,” tuturnya.

Heryawan mengakui, saat ini, sekolah yang melaksanakan UNBK di Jabar sebagian besar ada di daerah perkotaan. Namun, dengan upaya dan keseriusan yang dilakukan semua pihak, diharapkan pada 2018 nanti semua sekolah di Jabar bisa melaksanakan UNBK. “Mudah-mudahan sebelum saya selesai (masa jabatan pada 2018) bisa semua (sekolah melaksanakan UNBK,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds