Siswa Jangan Percaya Calo Soal

Dr  Asep Hilman

Dr Asep Hilman

 
POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Ujian Nasional (UN) bukan penentu kelulusan, tapi sebagai acuan ketercapaian SKL secara nasional. Karena itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat Dr Asep Hilman mengimbau, siswa dalam menghadapi pelaksanaan UN harus tenang dan jangan menjadi beban.
“Kelulusan tidak ditentukan dari UN, tapi dari sekolah. Artinya, siswa bisa lulus sekolah meskipun belum mencapai SKL. Namun, ada pilihan terbaik ya pilihlah yang terbaik, yaitu lulus SKL dan lulus sekolah,” ujar Asep Hilman saat menjelang pengiriman naskah soal ke sejumlah daerah di Jabar, akhir pekan kemarin.


Menurut dia, jadwal pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA MA sederajat 2016 untuk program IPA, Program IPS dan Program Bahasa adalah pada tanggal 4-6 April 2016. Dan pelaksanaan UN untuk tingkat SMA lebih dahulu dibandingkan UN tingkat SMP sederajat di bulan april tahun 2016.
Asep Himan, meyakini Insya Allah, pelaksanaan UN di Jabar priode 2015-2016 ini dapat berjalan lancar.”Kita berharap tidak terjadi kebocoran soal maupun kunci jawaban. “Pengalaman dari tahun tahun sbelumnya, kali ini, muda-mudahan siswa/siswi kita tidak akan terpengaruh oleh oknum yang dengan sengaja menawarkan kunci jawaban.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) 2016 Tingkat Provinsi Jawa Barat, Firman Adam menambahkan, UN Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu UN SMA, SMK, MA, MAK dan Paket C di seluruh wilayah Jawa Barat diikuti oleh 538.000 peserta.

Menurut Firman, UN dilakukan dengan dua metode, yaitu UN dengan metode Computer Basic Test atau UN Berbasis Komputer (UNBK) dan Paper Basic Test atau (UN Berbasis Kertas), Hal itu, dikatakan Firman pada saat Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan UN 2016 di Aula Ki Hadjar Dewantara Gedung Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Lantai IV, Jalan dr. Radjiman, Kota Bandung, beberapa hari lalu.

Dia menjelaskan, peserta yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer tahun ini di Jabar, kurang lebih 20 persen dari total peserta 538.000 siswa atau sekitar 112.000 peserta. Tersebar di 452 sekolah terdiri dari SMA, MA dan SMK. Sedangkan yang 80 persen lagi mengikuti UN Berbasis Kertas.
“Hal ini, berbeda dengan tahun kemarin. Kalau tahun lalu kan yang mengikuti UN Berbasis Komputer hanya siswa di 102 sekolah, sekarang di 452 sekolah dengan jumlah lebih dari 112.000 siswa. Sehingga pengadaan untuk naskah soal UN dengan kertas pada tahun ini tidak sebanyak tahun kemarin atau trendnya berkurang. Dengan berkurangnya ini, harapan kita bisa semakin lancar, bisa semakin dimudahkan karena bebannya tidak terlalu berat,” katanya.

Untuk pelaksanaan UN tahun depan, kata Firman, pihaknya menargetkan 50 persen peserta dari total peserta UN mengikuti UN Berbasis Komputer.
“Jadi, tahun depan diharapkan hanya tinggal setengahnya saja naskah soal UN dengan kertas yang didistribusikan ke kabupaten/kota di Jawa Barat. Mudah-mudahan setiap tahun terus bergeser dan kita harapkan di tahun 2019 atau tahun 2020, semua peserta UN di Jawa Barat mengikuti UN Berbasis Komputer,” ujar Firman.(mun)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …