Menjadi Tuan Rumah Tak Membuat Beban Psikologi Atlet Down

logo PON

logo PON

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Butuh waktu cukup lama untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON), beban mental untuk menjadi juara selalu membayangi para atlet. Namun, menghadapi PON Ke-XIX/ 2016 Jabar, semua cabor tidak demikian. Salah satunya, cabor panahan.

Ketua Pengurus daerah (Pengda) Persatuan panahan Indonesia (Perpani) Jabar, Dr. IR H Ajie Giyatmiko menuturkan, sejak Disentralisasi 2015 lalu hingga sekarang psikologis Ke-18 atlet masih terlihat stabil dan tidak menunjukan adanya kekhawatiran dan kegelisahan menghadapi PON September mendatang.

“Tidak ada beban mental, justru lebih bersemangat karena bisa berlaga di kandang sendiri,” ucapnya sambil tersenyum kepada wartawan saat ditemui di sela-sela kegiatan kerjanya di Jalan Sindang Sirna Kota Bandung, Sabtu (2/4).

Kata Ajie, secara umum pihaknya melakukan pendekatan secara emosional kepada 18 atlet unggulan Pelatda Jabar. Dialog dan shreing terus dilakukan sebagai bentuk komunikasi antara pelatih, atlet dan jajaran Pengda Perpani Jabar.

“Jangan latihan fisik saja, ngobrol dan diskusi menjadi alternatif mengurangi beban para atlet. Mungkin bila ada ganjalan atau permasalahan bisa ditemukan solusinya,” paparnya.

Ajie berpendapat, atlet sebelum berlaga di pertandingan sesungguhnya mereka harus mampu melepaskan beban. Diantaranya, egois, nafsu dan grogi, sehingga saat pelaksanaan bisa sesuai dengan keinginan yang diharapkan.

“Gejala-gejala seperti grogi sering terjadi di lapangan, tapi saya yakin atlet Jabar tidak demikian khusuanya Cabor panahan,” terangnya.

Selain itu Aji menyebutkan, pembangunan karakter, latihan fisik dan teknik harus tetap dilaksanakan secara berencana dan bertahap, sebab tanpa arahan pelatih yang baik kemungkinan menjadi atlet berprestasi sangat sulit.

“Pembinaan mental memang harus seimbang dengan latihan fisik maka saya sudah anjurkan kepada para pelatih agar tidak terlaku serius. Ya, lihat kondisi ada saatnya serius dan kapan untuk bersantai,” tandasnya.(cr3

Loading...

loading...

Feeds