Permintaan Tarif Angkutan Umum Turun Ditolak Kobanter

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Tuntutan penurunan tarif angkutan umum, menyusul turunnya harga BBM jenis premium, menuai penolakan Ketua Kobater Baru Dadang Hamdani.
Soalnya, penurunan harga BBM tidak diikuti dengan penurunan harga sparepart.

“Kalau kami tentunya hasil investigasi di lapangan memang untuk turun tarif itu agak keberatan, berkaitan dengan sparepart, onderdil masih tetap mahal. Ditambah macet dan sebagainya yang biasanya 7 rit sekarang 5 rit,” ujar Dadan kepada wartawan, Jumat (1/4).


Kendati begitu, jika sudah menjadi keputusan bersama, Dadan mengaku, pihaknya tidak keberatan jika akhirnya ada penyesuaian tarif.

“Mengingat masyarakat pengguna jasa angkutan juga ingin merasakan dampak turunya harga BBM,” tambahnya.

Ia menyebut belum mengambil sikap terkait penetapan tarif angkum ini. Pasalnya pola penetapan tarif baru angkot di Kota Bandung, biasanya berdasarkan hasil musyawarah antara para pengusaha dengan pemerintah.

“Kami sih mengusulkan penurunan sekitar 2-3 persen. Tapi keputusannya tetap ada di hasip pertemuan dengan pihak terkait,” tegasnya.

Ia menilai pemerintah setempat bisa saja memberikan subsidi kepada para pengusaha angkum perihal penurunan tarif ini. Sehingga mampu meringankan beban pengusaha ditengah kondisi bisnis jasa angkum yang semakin lesu.

“Pengennya ada subsidi dari pemerintah, jadi kalau turun tidak akan keberatan sama sekali. Bagaiamana tarif itu bisa turun dengan subsidi pemerintah, sebetulnya bisa saja kalau kepala daerah mau,” ujar dia. (mur)

Loading...

loading...

Feeds