Ini yang Sebabkan Sopir Angkot Ogah Turunkan Tarif

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Ketua Organda Kota Cimahi, Dida Suprida mengaku, sampai saat ini pihaknya belum menerima undangan resmi dari Dishub perihal pembahasan penurunan tarif angkutan di Cimahi. Padahal, pemerintah Kota Cimahi sebelumnya mengaku akan memanggil pengusaha angkutan umum untuk membahas terkait tarif yang harus turun terkait turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).


“Belum ada undangan, mungkin pertemuannya nanti hari Senin depan,” kata Dida.

Pihaknya belum mau menurunkan ongkos tarif angkutan meski di lapangan harga BBM sudah turun. Dia menyebut, harga spare part yang sudah tidak terjangkau menjadi alasan para pengemudi angkutan belum mau menurunkan ongkos. Ditambah, penurunan harga BBM tidak signifikan, sehingga tidak mempengaruhi kebutuhan biaya operasional lainnya.

“Anggota kita yang berjumlah 1.500 orang sudah menyerahkan keputusan kepada Organda Cimahi, walaupun pada dasarnya kita merasa keberatan mengikuti aturan penurunan tarif 3 persen. Tapi jika tarif mau diturunkan, tolong bantu pengusaha dan sopir angkutan dalam mengendalikan harga suku cadang,” jelas Dida.

Lagi pula, pemerintah dinilai salah karena penurunan harga BBM dilakukan secara bertahap jadi akhirnya membingungkan pihak pengusaha angkutan. “Jangan tanggung kalau BBM mau turun, karena kemarin juga naiknya drastis ya turun juga harus drastis lah,” paparnya.

Masih kata Dida, hadirnya angkutan umum berbasis aplikasi juga dinilai telah mematikan sumber penghasilan pengemudi angkutan, karena diakuinya mereka sudah kalah bersaing dengan bukti semakin minimnya setoran yang bisa dibawa pulang ke rumahnya.

“Sudah banyak sopir yang kolaps, kita hanya dapat penghasilan pas-pasan karena dihadapkan persaingan tidak sehat. Coba pikirkan kendaraan plat hitam kini sudah diperbolehkan mengangkut penumpang sementara kita wajib melengkapi persyaratan sebelum turun ke jalan, ini ga adil,” lanjutnya.
Berita sebelumnya, sesuai anjuran Kementerian Perhubungan soal penurunan tarif angkutan sebesar 3 persen karena adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2016, Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengkaji dan bertemu dengan Organda Kota Cimahi untuk membahas hal tersebut.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Cimahi Ruswanto mengatakan, Cimahi merupakan bagian dari pemerintah pusat sehingga tidak ada alasan bagi pihaknya untuk tidak ikut melaksanakan anjuran tersebut.

“dalam prakteknya, nanti harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Bagaimana agar penurunan harga BBM ini tidak sampai ada yang dirugikan,” kata Ruswanto, kemarin.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang Organda Kota Cimahi untuk duduk bersama membahas kemungkinan penurunan tarif angkutan. Dirinya menilai penurunan tarif sebesar 3 persen dari rerata tarif yang berlaku Rp3.000 per orang tidak akan signifikan.

“Tentunya harus dibicarakan dengan semua pengusaha angkutan. Termasuk untuk melihat tingkat kepatuhan pemilik angkutan terhadap aturan yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya.
Seperti diketahui, pemerintah akhirnya mengumumkan penurunan harga BBM jenis premium dan solar yang akan mulai berlaku pada 1 April 2016 mulai pukul 00.00 WIB.

Dalam keputusannya, harga premium yang semula Rp6.950 turun Rp500 menjadi Rp6.450/liter. Kemudian solar semula Rp5.650 menjadi Rp5.150 per liter, sedangkan minyak tanah tidak ada perubahan, yakni tetap Rp 2.500 per liter. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds