Menjadi Kaum Difabel Bukan Akhir Segalanya

Youngki

Youngki

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Menjadi Kaum Difabel bukan kendala untuk terus berkarya meskipun sering dipandang sebelah mata.


Kekurangan fisik bukan halangan untuk mengejar cita-cita, meskipun butuh perjuangan keras untuk menggapainya.
Youngky Yusena (38), pria kelahiran Kabupaten Garut dan juga salah seorang atlet Tunanetra Cabor Atletik Jabar yang siap diikutsertakan saat  Pekan paralimpik nasional (Peparnas) 2016, bagaimana bisa ?

Olahraga Voli adalah hobi favoritnya, Youngky Yusena. Sejak usianya duduk di bangku kelas 2 SMP dia mulai tertarik dengan Olahraga Voli, mengikuti berbagai kejuaraan antar pelajar sudah tidak aneh lagi bagi dirinya. Memang bukan turnamen kelas Nasional maupun Internasional, tapi berawal dari hobinya itu namanya mulai dikenal oleh banyak sekolah.

Tahun demi tahun berlalu hingga pada 1995 dirinya mulai mengikuti kejuaraan untuk membawa nama baik daerah, Porda dan Popnas berhasil dia juarai tak ayal namanya semakin dikenal dan disegani setiap kali mengikuti turnamen lokal maupun regional.

“Saya kalau sudah hobi harus ditekuni sampai bisa,” ucapnya saat ditemui di Lapangan GOR Padjajaran Kota bandung, Selasa (29/3).

15 tahun setelah kejuaraan porda 1995 namanya semakin naik daun. Namun, 2010 dirinya harus mejalani perawatan di RS Cicendo Bandung, sakit panas hebat, gejala muntah-muntah dan mata semakin rabun menjadi akhir perjalanan hobinya di dunia Olahraga Voli, entah apa penyebab penyakitnya itu dia anggap hanya sakit biasa tapi semakin hari panasnya semakin menjadi.

“Saya kaget ketika mendengar vonis dokter bahwa kemungkinan untuk melihat sangat tidak mungkin,” imbuhnya.

Urat syaraf di matanya ada gangguan yang kemungkinan besar dia tidak bisa melihat lagi. Namun, dia tidak patah arang segala jenis obat dia minum dan banyak tempat pengobatan dia datangi demi bisa melihat kembal dan takdir berkata lain. Sejak kejadian itu dia tidak bisa berkata banyak hanya pasrah dan menerima kenyataan.

“Saya merasa tidak percaya dan saya patah semangat tapi saat itu juga saya berucap untuk sekedar menenangkan diri mungkin ini sudah takdir Tuhan yang harus saya jalani,” katanya.

Mekipun dia menjadi Tunanetra dia tidak lantas menyerah hobi volinya dia ganti dengan Olahraga lompat tinggi. 2014 menjadi titik terang bagi Youngki untuk bangkit dari keterpurukan. Kejuaraan Porda Jabar dia lakoni, alhasil dia menyabet 1 medali emas di Cabor Atletik nomor lompat tinggi.

“Dari pada saya tidak punya pekerjaan, lebih baik menjadi atlet,” ucapnya sambil tersenyum bangga.

Melihat prestasi ayah 3 anak itu akhirnya Nasional Paralimpik Comite Indonesia (NPCI) penhurus daerah Jabar memanggil dia untuk bisa berpartisipasi dalam perhelatan akbar Peparnas Cabang olahraga atletik nomor lompat tinggi dan lempar lembing. Ketabahaan dan keuletannya membuahkan hasil, kini nasib mengantarkannya menjadi seorang atlet meskipun dengan segala keterbatasan.

“Karena kesabaran lah yang menjadikan saya seperti ini,” ungkapnya.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi Youngki terlihat seperti orang normal sewajarnya, dia sama sekali tidak pernah memperlihatkan kekecewaan ataupun penyesalan pada kondisinya saat ini, rawut wajahnya seperti terpancar kebahagiaan dari segala kekurangan yang ia miliki, terlihat tegar meskipun sering dipandang sebelah mata. Tapi ia tetap semangat menjalani kehidupan, ada kata yang diucapkannya sebagai penyemangat menjalani kehidupan.

“Setiap manusia pasti ingin sempurna, tapi sesempurna seperti apa yang ada bukan bersyukur malah merasa segala sesuatu serba kekurangan lebih baik iklas, bersyukur dan tabah menjalani semua,” pungkasnya.(Asep Rahmat/cr3)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …