Jenderal (Purn) Dr Moeldoko Beri Kuliah Sesko TNI

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Bertempat di kelas besar Sesko TNI Jl. RAA Martanegara No 11 Bandung, Senin (28/3), Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) XLIII Sesko TNI TA 2016 sebanyak 146 orang Pamen TNI dan Polri, serta Perwira Mancanegara menerima ceramah mengenai “Kepemimpinan Visioner dan Transformatif” serta “Kepemimpinan Strategis”, yang disampaikan oleh mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko.

Materi tersebut disampaikan untuk membekali tugas-tugas para Perwira Siswa Dikreg XLIII Sesko TNI TA 2016 sebagai kader calon pemimpin TNI mendatang khususnya menyangkut bidang kepemimpinan dan komunikasi sosial (KKS) TNI, yang juga merupakan rangkaian dari kurikulum Dikreg XLIII Sesko TNI TA 2016, agar para Pasis dapat membuat kajian yang mendalam mengenai bidang kepemimpinan dan komunikasi sosial TNI untuk tren masa depan.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan tentang Konsep kepemimpinan yang meliputi: Aspek fisik, yang akan mempengaruhi persepsi orang lain tentang kemampuan leadership seseorang, meski berada di bagian permukaan, aspek ini tidak boleh diabaikan. Aspek intelektual, terkait dengan IQ yaitu : kemampuan seseorang dalam mengelola cara berpikir sehingga mampu memberi pengaruh yang lebih efektif kepada orang lain. Aspek kemampuan sosial, yang merupakan Kecerdasan emosional atau EQ terkait dengan kemampuan untuk membangun jaringan sosial sebagai modal untuk melebarkan pengaruh. Aspek emosional, yaitu: manajemen emosi yang berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi orang lain sehingga mampu memberikan pengaruh lebih optimal. Aspek personal yang merupakan fondasi kepemimpinan, karena terkait dengan kesadaran tentang hakekat diri serta visi-misi pribadi yang akan diemban dan disebarluaskan kepada orang lain. Dan Aspek moral, yaitu: kemampuan seseorang untuk menjaga integritas moral, akan memiliki pengaruh kepada orang lain berjangka panjang.

Berkaitan dengan kepemimpinan visioner di mana pemimpin memiliki peran sebagai: penentu arah (direction setter), agen perubahan (agent of change), juru bicara (spokesmen) dan pelatih (coach), serta Kepemimpinan transformasional yang memiliki Karakteristik: Karismatik, Inspirasional, Intelektual, dan Memahami Perbedaan. TNI, melalui paradigma barunya harus melakukan transformasi untuk menuju: From Honesty To Trust: dari Jujur ke Dipercaya. Jujur memang keniscayaan, tetapi anggota TNI yang dipercaya masyarakat akan jauh lebih penting. From Quality To Preference: dari Kualitas ke Pilihan. TNI memiliki kualitas kemampuan memang harus, tetapi menjadi pilihan rakyat untuk berlindung lebih utama. From Notoriety To Aspiration: dari ke-Kemasyuran ke Aspirasi. Anggota TNI termasyur karena memiliki prestasi memang utama, tetapi mampu menjadi aspirasi bagi rakyat untuk membantu bela negara jauh bermanfaat bagi institusi. From Identity To Personality: dari Identitas ke Personalitas. Atribut dan senjata adalah identitasseorang anggota TNI, tetapi memiliki personalitas yang baik akan membuat institusi menjadi lebih terhormat di mata rakyat. From Ubiquity To Presence: dari Ada di Mana-mana ke Kehadiran. Anggota TNI memang sudah menyebar di seluruh nusantara, tetapi apakah mereka semua sudah hadir di hati rakyat? From Communication To Dialogue: dari Komunikasi ke Dialog Komunikasi menggunakan panca indera, dialog menggunakan hati. From Service To Relationship: dari Pelayanan ke Hubungan Baik. Melayani rakyat memang kewajiban, tetapi menjalin hubungan baik dengan rakyat adalah hak TNI.

Di akhir ceramahnya beliau menekankan bahwa ”TNI harus siap berbagi informasi, dan bukan mengendalikan informasi”. (pustaka Sesko TNI)

Loading...

loading...

Feeds