Pelecehan Lambang Negara Lebih Jahat dari Narkoba dan Korupsi

Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istmewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sopian. Foto:azam munawar/pojokbandung

Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istmewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sopian. Foto:azam munawar/pojokbandung

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Ketua Umum LSM Pemerhati Aparatur Pemerintah ‘Terorist’ Jawa Barat, Tatan Sopian merasa menyesalkan terhadap artis terkenal Zaskia Gotik (Goyang Itik), yang menghina dan melecehkan lambang negara Pancasila. Yang mana Zaskia menyebutkan lambang sila ke-5 seperti bebek nungging, belum lama ini, yang ditayangkan disalah satu stasiun televisi nasional.


Disisi lain tanggapan Tatan “Saya sebagai kaum marginal merasa sakit hati dengan kasus ini kalau kasus ini tidak jelas hukumannya maka sangat memalukan bagi bangsa dan negara ini, seolah hukum hanya melihat akan kecantikan seorang sosok artisnya saja dan ketampanan sang artis tidak cukup hanya minta maaf tapi harus diperjelas hukumannya seberat-beratnya sesuai Undang-undang yang berlaku dan tidak mungkin ada pertelevisian, aparat, pejabat bisa hidup tentram dan lohjinawi kalau tidak ada lambang negara,” katanya. “Disinipun kepada Kapolda Metro Jaya menurut saya masalah kasus Zaskia harus dikaji ulang hukuman tersebut,” tegasnya.

Tatan pun menambahkan, budaya diambil oleh negara lain saja, bagsa kita berang dan ngamuk, apalagi ini menghina lambang negara sendiri maka ini berarti menghina landasan negara dan menghina kitab-kitab suci agama di indonesia,” tambah Tatan.

Selain itu, sebut Tatan, kenapa DPR sebagai pembuat Undang-undang, Presiden, penegak hukum diam saja? “Penghinaan zaskia ini berarti menghina almarhum bung Karno,” kata Tatan kembali.

“Sedangkan hukuman bagi narkoba dan korupsi sangat berat? Sampai ditembak mati, tapi kenapa ini penghina lambang negara tidak ada hukumanya? Bahkan dibebaskan begitu saja cukup dengan minta maaf dan sosialisasikan Pancasila,” sambung Tatan.

Selain itu, kata Tatan, hal ini sangat disayangkan saluran televisi itu milik rakyat anda sewa kepada rakyat dan ini akan merusak reputasi perindo “sementara saya juga sangat menyesalkan LSM yang melaporkan kasus ini kenapa langsung diam?. Hukum dikita hanya berlaku bagi orang yang “goreng patut” sementara bagi pelanggar yang cantik maka hukum tidak ada dan dapat cukup dimaafkan,” tutur Tatan. (azm)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Hadirkan To The POIN Festival

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar …