Intensitas Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Cimahi Terendam

Sebuah rumah di  Kelurahan Utama, RW 13, Kecamatan Cimahi selatan, terendam akibat meluapnya air disebabkan hujan yang mengguyur Kota Cimahi, Sabtu (26/3) lalu.

Sebuah rumah di Kelurahan Utama, RW 13, Kecamatan Cimahi selatan, terendam akibat meluapnya air disebabkan hujan yang mengguyur Kota Cimahi, Sabtu (26/3) lalu.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI--Ratusan rumah di sejumlah wilayah di kota Cimahi terendam air setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin mengguyur Kota Cimahi pada Sabtu (26/3) sore. Selain banjir, puluhan pohon tumbang di berbagai titik.


Salah satu wilayah yang paling parah terkena banjir adalah daerah Melong. Tercatat sebanyak 320 rumah di RW 2 terendam air.

“Paling banyak di daerah Melong. Tepatnya di RT 1, RT 2, dan RT 3. Banjir disebabkan sungai meluap, dan tidak ada drainase,” ujar kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastian saat dihubungi melalui telefon, Minggu (27/3).

Selain itu, penyebab parahnya banjir di wilayah tersebut dikarenakan pemukiman warga berada di bawah sungai kali Malang.

Selain di Melong, puluhan rumah di Kampung Mancong RW 5 RT 14, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi mengalami hal serupa.

Menurut keterangan warga, banjir yang menimpa wilayahnya, selain disebabkan hujan yang besar, juga tanggul yang diketahui milik perusahaan garmen di wilayah tersebut jebol. Hal itu membuat air meluap ke pemukiman hingga mencapai paha orang dewasa.

Salah seorang warga, Salimin, mengungkapkan, akibat musibah tersebut, dirinya dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terendam.

“Kami pindah dulu. Soalnya takut ada banjir lagi, atau bangunannya roboh,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (26/3) lalu.

Banjir yang terjadi juga menyebabkan kemacetan cukup parah dan memutus jalan penghubung Margaasih Kabupaten Bandung dengan Cimahi Selatan.

Dari pantauan kemarin, air yang semula merendam rumah warga terlihat surut. Namun, kondisi rumah warga tampak kotor akibat lumpur yang terbawa air. Sejumlah warga juga tampak membersihkan rumah dan barang berharganya.

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang memicu sejumlah pohon tumbang di berbagai wilayah di Kota Cimahi, pada Sabtu (26/3) lalu.

Dari pantauan, material bekas pohon tumbang sudah mulai dibersihkan, meski masih ada saja sisa-sisanya yang berserakan di jalan. Adapun lokasi tumbangnya pohon tersebar di beberapa titik. Seperti, di depan gereja St. Ignatius Baros, depan Pasar Baros, hingga di kawasan Cimindi Jln. Mahar Martanegara. Bahkan, di kawasan Cimindi, pohon tumbang menimpa dua unit toko.

Salah seorang Pemilik toko, Dede (46) mengungkapkan pohon setinggi sekitar 8-10 meter memiliki diameter cukup besar kondisinya sudah lapuk.

“Anginnya kencang, pohonnya sudah tua hingga tidak bisa menhan angin,” ujarnya saat ditemui disela mebersihkan material pohon yang menimpa tokonya di Cimindi RT 5 RW 14 Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah, kemarin.

Pohon tersebut menimpa atap bangunan toko hingga porak poranda, dinding terbelah, dan sebagian atap ikut terbang diterpa angin kencang saat hujan berlangsung.

Ukuran bangunan sekitar 6×7 m yang dibagi dua toko, di bagian belakang dipakai sebagai gudang. Selain bangunan rusak, sejumlah barang modal di dalam toko ikut rusak.

Dede memperkirakan kerugian sekitar Rp 20 juta-30 juta. Pasalnya, dinding yabg retak-retak tak bisa diselamatkan sehingga harus diperbaiki keseluruhan.

“Saat kejadian ada tiga orang yang sedang berteduh. Tapi alhamdulillah selamat, tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds