Pelaku Bom Brussels Dua Bersaudara, Satu Lainnya Masih Buron

Salah satu terduga pelaku bom Brussels mengenakan jas putih/Daily Mail

Salah satu terduga pelaku bom Brussels mengenakan jas putih/Daily Mail

POJOKBANDUNG.com, BRUSSELS- Belgia bergerak cepat untuk mengidentifikasi pelaku pengeboman di Brussels Selasa (22/3) lalu.


Dua pelaku bom bunuh diri merupakan kakak beradik. Mereka Khalid dan Ibrahim El Bakraoui.

Jaksa federal Belgia mengungkapkan bahwa Brahim adalah pelaku peledakan di bandara Zaventem yang menyebabkan 11 orang tewas.

Sedangkan Khalid melakukan penyerangan di stasiun metro Maelbeek yang membuat 20 orang kehilangan nyawa. Dua ledakan di lokasi berbeda ini juga membuat 260 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dua bersaudara ini sebenarnya sudah diburu pihak kepolisian Belgia. Keduanya disinyalir masih memiliki hubungan dengan pelaku bom Paris 13 November lalu yaitu Salah Abdeslam.

Abdeslam ditangkap Jumat (18/3) di Molenbeek, Brussels. Jejak Abdeslam sebelumnya terdeteksi di Distrik Forest. Di distrik ini pula dua bersaudara El Bakraoui tinggal.

Khalid menggunakan identitas palsu untuk menyewa sebuah flat di Forest ini. Nama Khaled masuk di website Interpol. Dia disinyalir terlibat dalam aktivitas terorisme.

Dua bersaudara ini juga memiliki catatan kriminal. Khalid dipenjara pada 2011 karena pembajakan mobil dan Brahim dipenjara pada Oktober 2010 lalu karena menembak polisi.

Brahim meninggalkan pesan di komputernya sebelum melakukan aksi biadab di bandara Zaventem tersebut. Komputer tersebut dibuang di tong sampah di area Schaerbeek. Dia wilayah ini pula jaksa menemukan 15 kilogram bahan peledak.

Kemungkinan besar bahan peledak ini masih berhubungan dengan dua ledakan diatas. Di salah satu apartemen di area ini juga ditemukan bendera Islamic State (IS) atau yang lebih dikenal dengan ISIS. ISIS sendiri mengklaim sebagai dalang pengeboman di Brussels ini.

“Sedang buru-buru, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, dicari dimana-mana, tidak aman, jika tertangkap maka saya bisa berakhir di penjara di sampingnya,” tulis Brahim seperti diungkapkan jaksa Brussels Frederic van Leeuw dalam konferensi pers.

Media lokal menyebut bahwa yang dimaksud Brahim diatas adalah berakhir di penjara  bersama Abdeslam.

Leeuw juga mengungkapkan bahwa tidak ditemukan senjata lain di bandara Zaventem. Pihak yang berwenang telah menyebarkan tiga foto tersangka. Satu diantaranya adalah Brahim yang diketahui sebagai pelaku dari hasil sidik jarinya.

Brahim sendiri adalah warga Belgia. Pelaku lainnya adalah Najim Laachraoui masih menjadi buron. Dia sempat diberitakan telah tertangkap di Anderlecht.

Namun ternyata orang yang ditangkap ini bukan Laachraoui. Wajah Laachraoui tampak di CCTV bandara tengah mendorong troli di bandara. Dia berjalan di samping Brahim dan satu orang lainnya. Laachraoui urung meledakkan diri.

“Bom yang dibawanya tidak meledak. Bom tersebut berisi bahan peledak yang paling besar (diantara pelaku lainnya) dan tidak stabil,” ujar Leeuw.

Masih ada satu pelaku lainnya yang belum bisa diidentifikasi. Dia tampak sama-sama mendorong troli di samping Brahim dan Najim Laachraoui. (AFP/Reuters/BBC/sha/jpg)

Loading...

loading...

Feeds

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).