Keberadaan Angkot Bodong Jalur Tengah karena Ada Permintaan dari Masyarakat

Pengamat transportasi publik, Arief Mulya. (mur)

Pengamat transportasi publik, Arief Mulya. (mur)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Keberadaan angkutan kota (angkot) bodong yang beroperasi di ‘jalur tengah’ (Cicaheum-Alun-alun Bandung) lantaran adanya permintaan dari masyarakat.


Hal itu diungkapkan pengamat transportasi publik dari IPDN, Arief Mulya Edi.

“Jalur tengah itu ada kan di jalan protokol. Itu pasti membutuhkan moda transportasi yang lebih besar. Kalau moda transportasi yang ada tidak memadai, pasti akan ada yang ilegal,” ujar Arief kepada wartawan, Rabu (23/3).

Menurut Arief, selama permintaan angkot jalur tengah itu ada, maka mereka akan selalu ada. Dia mengatakan, menjatuhkan hukuman kepada sopir dan provider angkot bodong, bukan solusi. Soalnya, masih ada masyarakat yang mebutuhkannya.

Kalau mau, lanjut Arief, moda transportasi yang sekarang sudah ada harus ditambah.

“Asal dengan angkutan massal, dengan moda yang besar. Jangan dengan angkot,” tambahnya.

Soalnya, jika menggunakan angkot, akan menambah kemacetan, bukannya menyelesaikan masalah. Arief sendiri yakin, keberadaan bus, sebenarnya tidak menambah kemacetan. Asalkan tidak ada angkutan kecil yang mendampinginya.

“Kalau angkutan besar sudah ada di jalur utama, maka jangan ada angkutan kecil. Angkutan kecil harusnya ada di jalur pendamping, yang tidak tersentuh angkutan besar,” jelasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Tersangka, Rizieq Syihab Terancam 6 Tahun

Polda Metro Jaya akhirnya resmi melayangkan surat panggilan kepada Rizieq Syihab. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu dipanggil terkait kerumunan saat …

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).