Sebelum Pergi, Almarhum Letkol CPM Teddy Sempat Titipkan Kedua Anaknya

Tampak peti jenazah prajurit TNI di atas Pesawat Hercules TNI AU siap diterbangkan dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/3) menuju Jakarta untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Mereka gugur dalam insiden jatuhnya Helikopter TNI AD di Poso, Sulteng, Minggu (20/3). FOTO: Puspen TNI for JPNN.com

Tampak peti jenazah prajurit TNI di atas Pesawat Hercules TNI AU siap diterbangkan dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/3) menuju Jakarta untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Mereka gugur dalam insiden jatuhnya Helikopter TNI AD di Poso, Sulteng, Minggu (20/3). FOTO: Puspen TNI for JPNN.com

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Keluarga almarhum Letkol CPM Teddy Alex Supomo Parapat, salah seorang korban insiden helikopter jatuh di perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) sore lalu, ikhlas dengan kepergian almarhum.


Letkol CPM Teddy Alex Supomo Parapat merupakan satu dari 12 orang rombongan Komandan Korem Kolonel Infantri Syaiful Anwar yang menjadi korban jatuhnya Pesawat Helly Bell 412 EP Nomor HA-5171 yang terbang dari Desa Watutau, Kecamatan Lore Utara menuju Poso, sekitar 17.30 Wita.

Dari penuturan istri almarhum, Luciana Managara (36), pada Minggu (20/3) siang itu Teddy sempat menghubungi dirinya, dan berbincang dengan anaknya.

Dalam percakapan di ujung telepon, Teddy juga sempat menitipkan kedua anaknya itu kepada keluarga.

“Saya sempat tidak percaya mendapat kabar suami saya meninggal, karena kami sempat berbincang melalui telefon,” ujarnya sambil terlihat raut sedih di wajahnya, saat ditemui di kediamannya di Komplek KPAD Jln. Sriwijaya 8 No 19 Kel. Setiamanah Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Senin (21/3).

Ibu dari Mauren Alma Parapat (16) dan Marsel Abel Jordi Parapat (11), tak menyangka jika percakapan tersebut adalah percakapan terakhirnya bersama sang suami.

“Saya mendapat kabar dari adik. Adik saya telepon, katanya heli yang ditumpangi suami saya jatuh,” imbuhnya.

Dari penuturannya, almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Seluruh keluarga Teddy, saat ditemui terlihat sedang bersiap untuk bertolak ke Jakarta. Mereka berangkat dari Cimahi menuju Jakarta Senin (21/3) sekitar pukul 11.30 WIB. Selain Luciana, kedua anak korban ikut serta dalam minibus milik TNI AD.

“Keluarga pengennya (dimakamkan) di Bandung, tapi sesuai petunjuk dari panglima, katanya di Kalibata aja,” katanya.

“Saya ikhlas dengan kepergian suami saya,” katanya sambil menahan tangis.

Sementara itu, menurut penuturan adik iparnya, Tuani Napitupulu (27), almarhun yang merupakan Dandenpom VII/2 Palu Sulawesi Tengah adalah sosok yang perhatian kepada keluarga.

“Dia (Teddy) sosok yang sangat perhatian kepada keluarganya. Meski jarang pulang ke rumah, setiap hari selalu menghubungi istri dan dua anaknya,” katanya.

Ia mengungkapkan, dirinya mendapatkan kabar duka tersebut dari seorang temannya yang juga seorang anggota TNI.

“Saya dikasih tau temen, kebetulan teman saya TNI juga, dia bilang abang ipar kecekalaan di heli udah tau belum. Saya juga dapat broadcast nama-nama korban dan ada nama kakak ipar saya,” katanya.

Tuani mengaku terakhir bertemu saat Teddy pulang ke rumahnya pada bulan Januari. Tidak ada yang janggal diperlihatkan Teddy kala itu. Seperti biasa Teddy selalu menghabiskan waktu bersama keluarga selama ia berada di rumah.

“Tidak ada firasat apa-apa. Abang ipar saya juga tidak memperlihatkan kejanggalan. Kami sangat kehilangan. Dia orang baik dan penyayang,” ujarnya.

Dari pantauan, suasana duka terasa di rumah almarhum. Sejumlah tetangga dan kerapat korban datang secara bergantian. Puluhan karangan bunga tampak berjejer di depan rumah almarhum. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …