Bahas Sampah Sungai, Pemprov Jabar Undang Wali Kota dan Bupati

Anang di atas tumpukan sampah yang menutup anak Sungai Citarum di Bojongsoang, Kab Bandung (20/3). (anang)

Anang di atas tumpukan sampah yang menutup anak Sungai Citarum di Bojongsoang, Kab Bandung (20/3). (anang)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengundang Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Dadang Naser untuk menyelesaikan persoalan sampah yang banyak menumpuk di anak sungai Citarum, Rabu (23/3) ini. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar akan duduk bersama kedua kepala daerah untuk membahas persoalan tersebut.

Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLHD) Jabar Anang Sudharna mengatakan, pada pertemuan hari ini, diharapkan seluruh undangan bisa hadir agar segera ditemukan solusi persoalan tersebut. Menurut Anang, selain wali kota dan bupati, pihaknya pun mengundang dinas-dinas terkait di daerah itu seperti BPLHD, PSDA, PD Kebersihan, dan Dinas Bina Marga.

Mereka sengaja diundang persoalan ini harus segera dicarikan solusinya. “Ya fokusnya untuk yang sampah. Tapi nanti bisa dibicarakan hal lain yang lebih menyeluruh,” kata Anang usai menghadiri peringatan Hari Air se-Dunia, di Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung, Selasa (22/3).

Anang menyontohkan, kondisi sampah di aliran sungai di Kampung Cijagra yang merupakan perbatasan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung, hingga saat ini masih memprihatikan. Tumpukan sampah berbobot tona belum terangkut.

“Masih begitu, belum ada yang mengangkut,” katanya. Anang berharap, setelah pertemuan tersebut, ada langkah nyata dari kedua daerah untuk mengatasi masalah sampah agar kondisi tersebut tak terus berlanjut.

Pemkot dan Pemkab Bandung harus membangunan karakter masyarakat agar tidak sembarangan membuang sampah. “Lakukan tindakan yang nyata untuk memperbaiki lingkungan,” katanya.

Anang menegaskan, langkah Pemkot Bandung harus serius dalam mengatasi persoalan ini. Anang menilai, selama ini pemerintah di bawah pimpinan Ridwan Kamil tidak memerhatikan kondisi lingkungan khususnya sampah dan kebersihan aliran sungai.

“Jangan hanya membuat kebijakan kosmetik. Silakan Pemkot Bandung buat neraca sampah yang ada di Kota Bandung,” katanya. Berdasarkan hitungan BPLHD Jabar, kata dia, jumlah sampah yang dihasilkan Kota Bandung mencapai 1.350 ton perhari.

Namun, itu tidak semuanya bisa diangkut. “Kemana sampah yang tidak bisa diangkut ini? Air meluap, sampah mengalir,” katanya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds