Sungai Hitam Cihaur Diperiksa Petugas BPMKL Jabar

Petugas mengambil sampel air Sungai Cihaul yang menghitam.

Petugas mengambil sampel air Sungai Cihaul yang menghitam.

 


POJOKBANDUNG.com, PADALARANG–Sejumlah petugas dari Balai Pengujian Mutu Konstruksi dan Lingkungan (BPMKL) pada Dinas Permukimnan dan Perumahan Provinsi Jawa Barat mengambil sampel air di aliran Sungai Cihaur, Kampung Pangkalan, RT 3/RW 13, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (21/3/2016) siang.

Dengan menggunakan perlengkapan keamanan seperti sarung tangan karet, masker dan sepatu boot tiga orang petugas mengambil satu ember air sungai dan dibawa ke mobil minibus khusus berisi peralatan labolatorium. Petugas mengambil sampel air dari Sungai Cihaur yang merupakan aliran ke PLTA Saguling dan berada di wilayah Kota Baru Parahyangan Padalarang.

Lima orang petugas diterjunkan dalam pengambilan sampel air yang sudah tercemar limbah tersebut. Air yang berwarna hitam pekat menjadi pemandangan warga sekitar serta memiliki bau tidak sedap akibat kiriman limbah dari pabrik yang setiap hari dibuang langsung ke Sungai Cihaur tanpa adanya proses Ipal.

Sayangnya petugas dari BPMKL enggan memberikan komentar terkait dengan pengambilan sampel. Salah seorang petugas hanya menjawab, hasil pengujian laboratorium baru bisa diketahui dua minggu ke depan.

Salah satu warga warga Kampung Pangkalan, RT 3/RW 13 Desa Cipeundeuy Amir (48) mengaku, sudah bosan dengan banyaknya pengambilan sampel dari pemerintah atau LSM. Ia memandang, pengambilan sample ini hanya sekadar tindakan formalitas dan tidak ada tindakan ke depannya.

“Sudah sering sekali melihat dari pemerintah yang datang ke sungai ini. Tetap saja ujung-ujungnya tidak ada tindakan. Mungkin saja banyak petugas yang sudah disuap uang oleh pemilik pabrik sehingga tidak ada tindakan apa-apa. Ini sudah terjadi cukup lama sejak masih menjadi Kabupaten Bandung,” sesal Amir kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Senin (21/2).

Menurut Amir, sunggai Cihaur dulu sempat menjadi mata pencaharian beberapa warga, sebelum Sungai Cihaur dicemari limbah pabrik banyak warga yang memelihara ikan. Sekarang kondisinya sudah berubah total. Ikan Nila yang cenderung memiliki daya tahan lebih kuat dibanding Ikan Mas pun tidak dapat bertahan hidup.

“Dulu itu, sungai ini banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Ada yang digunakan untuk mencuci baju, mencuci piring dan kebutuhan lainnya. Tapi, sekarang justru menjadi sarang penyakit yang berbahaya bagi warga. Tidak sedikit warga menjadi korban gatal-gatal dan merusak pernafasan lantaran bau tidak sedap,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra mengaku terkejut dengan adanya informasi tersebut. Dirinya mengaku belum menerima informasi tersebut, bahkan untuk mengetahui kondisi sungai dirinya langsung memanggil perwakilan dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Bandung Barat. Pemanggilan ini untuk memastikan informasi tetang tercemarnya Sungai Cihaur.

“Laporan mengenai Sungai Cihaur belum saya terima, tapi kalau memang sudah lama mestinya sudah ada tindakan dari KLH Kabupaten Bandung Barat. Makanya saya minta pejabat KLH untuk datang memberikan penjelasan,” papar
Yayat.

Ia sudah mewanti-wanti jika ada oknum PNS yang melakukan pembiaran atau sampai memberikan perlindungan kepada pabrik pembuangan limbah akan dikenakan sanksi tegas. Begitupun kepada pengusahanya dapat diadukan
secara hukum. “Jika ada oknum tentu tindakan tegas harus diberikan,” tegasnya.

Berdasarkan laporan dari KLH Kabupaten Bandung Barat, bahwa limbah yang mencemari Sungai Cihaur berasal dari PT Sarana Makin Mulia (SMM) dan PT Oriental. Dua perusahaan ini berkontribusi besar mengaliri limbah ke Sungai Cihaur.
Kasusnya kini sudah ditangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bahkan PT SMM diharuskan membayar ganti rugi kepada negara sekitar Rp12 miliar.

“Penjelasan dari KLH, bahwa saat ini kasusnya tengah ditangani langsung oleh kementerian. Pihak perusahaan diwajibkan membayar ganti rugi atas kerusakan alam dan lingkungan,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …