Ridwan Kamil Lapor SPT Tahunan Via Aplikasi SPT Loader

Didampingi Kepala Kantor DJP Jabar I Yoyok Satiotomo, Ridwan Kamil (kanan) usai Laporkan SPT tahunan via aplikasi SPT loader

Didampingi Kepala Kantor DJP Jabar I Yoyok Satiotomo, Ridwan Kamil (kanan) usai Laporkan SPT tahunan via aplikasi SPT loader

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementrian Keuangan RI menggelar Roadshow Transformasi Kelembagaan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) di Gedung Keuangan Negara (GKN) Kota Bandung, Senin (21/3).

Roadshow di Bandung yang kali pertama pada 2016 ini, untuk meningkatkan dan menjaga komitmen para pejabat dan pegawai Kemenkeu sekaligus mempertahankan momentum Transformasi Kelembagaan serta menyebarkan spirit transformasi bagi jajaran pejabat dan pegawai Kemenkeu di wilayah Jabar-Banten.

Roadshow digelar tiga hari sejak 20-22 Maret. Acara roadshow di GKN Bandung, dihadiri Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Kepala Kanwil DJP Jabar I Yoyok Satiotomo, pejabat eselon I, eselon II dan eselon III Kemenkeu Wilayah Jabar dan banten. Dalam kegiatan ini, dilakukan penyerahan Surat Keputusan kepada para initiative owner yang inisiatif strategisnya telah dinyatakan selesai (close) sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan (acceptance criteria).

Selain itu, digelar launching salah satu produk inisiatif strategis tema perpajakan berupa aplikasi SPT loader untuk memberi kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Pada kesempatan ini, Walikota Bandung Ridwan Kamil melaporkan SPT Tahunan PPh tahun 2015 dengan memanfaatkan aplikasi SPT loader tersebut.
Usai pelaporan SPT tahunan, Ridwan Kamil didaulat untuk membagikan pengalaman dalam menciptakan inovasi di birokrasi yang berorientasi pada pelayanan. Selanjutnya, kunjungan ke Museum Perbendaharaan di Gedung Dwi Warna Jalan Diponegoro, Bandung.

Sementara, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, untuk menarik pajak dari para wajib pajak tak cukup diimbau, melainkan harus ada paksaan juga. “Setelah saya ancam, tak kurang dari 1.200 pengusaha restoran dan hotel di Bandung yang selama ini susah bayar pajak, akhirnya mereka mendaftar untuk bayar pajak,” ujar Ridwan Kamil kepada wartawan, di GKN Bandung, Senin (21/3).

Ridwan Kamil menambahkan, awalnya dia cuma memberi imbauan saja namun hasilnya tidak maksimal. “Tapi setelah dipaksa dengan sedikit ancaman, mereka mau membayar pajak, ternyata mereka lebih takut dipermalukan ketimbang didenda,” pungkas Ridwan Kamil. (nto)

Loading...

loading...

Feeds