Usai Salat, Lia Kaget Ada Kobaran Api di Gudang Majunnya

 


POJOKBANDUNG.com, BATUJAJAR–Sebuah gudang majun atau pemintalan benang rajut di Kampung Haur Ngambang, Desa Batujajar Timur Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ludes dilahap si jago merah sekitar pukul 13.00 WIB, jumat (18/3) kemarin. Meski tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Kobaran api pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah Lia Nurliana (45) seusai menunaikan ibadah sholat dzuhur. Setelah menunaikan sholat dan mengucapkan dua salam terakhir dirinya mengaku kaget, saat melihat kobaran api di gudang majun miliknya melalui jendela yang berada di tengah rumah.

Lia yang pada saat kejadian masih mengenakan sarung usai sembahyang langsung berteriak memanggil suaminya Heri Lubis (46) yang berada di dapur tengah menggiling kacang untuk segera memadamkan api. Pasangan suami istri ini langsung berusaha mematikan api dengan menggunakan air dari dalam kamar mandi dan kolam milik tetangganya.

“Api langsung menyambar ke kita, saya langsung keluar, dan berteriak meminta tolong ke warga,” ujar Lia saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Menurut Lia, pertama kali api tidak terlalu besar, makanya dirinya bersama suami berusaha memadamkan secara manual menggunakan air dari kamar mandi. Namun selang beberapa menit api dengan mudah membesar dan menyebar karena membakar bahan kain dan benang yang mudah terbakar.

“Apinya cepet sekali menyebar berbunyi kencang seperti gas,” kata Lia memberi keterangan sambil menangis sesekali menyeka air matanya.

Anehnya, kata Lia menambahkan, gudang tersebut dalam keadaan kosong tidak ada pekerja sama sekali. Sehingga dirinya dan suaminya yang pada saat itu sedang berada di rumah tersebut merasa bingung apa kira-kira penyebab kebakaran tersebut. Sebelumnya juga tidak tercium bau hangus atau bau terbakar, secara tiba-tiba muncul api dari gudang cukup besar.

“Tidak ada orang, hanya kami berdua saya dan suami. Tiba-tiba muncul api dan sebelumnya juga tidak tercium bau hangus atau terbakar,” kata Lia.

Menurut Nana Sutrisna ketua RT02/RW06 menungkapkan, kejadian tersebut terjadi selepas shalat jumatan. Saat itu, dirinya yang sedang menghadiri syukuran di rumah tetangganya dikagetkan dengan teriakan warga yang memberi tahu ada kebakaran.

“Saya saat itu lagi salawatan di rumah tetangga saya yang syukuran, tiba-tiba ada yang teriak kebakaran, pas keluar lihat waduh api sudah membesar,” katanya kepada wartawan di lokasi, kemarin.

Diakuinya, dirinya belum mendapat laporan apa penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Namun, gudang majun tersebut memang milik salah seorang warganya. “Belum tahu belum ada laporan ke saya apa penyebabnya, saya juga tahunya api sudah membesar,” ujarnya.

Ahmad, 17, warga lainnya mengaku, sebelum terjadi kebakaran dirinya mendengar bunyi seperti ledakan di rumah pemilik gudang majun tersebut. “Sebelum kebakaran saya mendengar seperti ledakan, entah kompor entah apa, pokoknya dari rumah pemilik gudang,” katanya.

Sementara itu, Kordinator Penanggulangan Kebakaran Damkar KBB Nurkalamsyah menuturkan, pihaknya baru menerima laporan adanya kebakaran sekitar pukul 13.10 WIB. Akibat banyaknya bahan majun yang mudah terbakar, sehingga saat pihaknya tiba di lokasi api telah membesar dan menguasai seluruh bangunan gudang. “Pas saya tiba dilokasi sekitar pukul 13.30 api sudah besar,” ujarnya.

Pihaknya bersama anggota damkar lainnya langsung menyisir lokasi kebakaran untuk memadamkan api yang membakar seluruh bangunan gudang. Bahkan, untuk menghindari api merembet ke rumah warga lainnya, petugas pun terpaksa merobohkan atap bangunan gudang. “Agar lokasi titik api tidak merembet, kami sempat merobohkan atap gudang agar titik api bisa kami kuasai,” katanya.

Dalam kejadian ini, sebanyak 3 unit mobil pemadam dari Kabupten Bandung Barat 1 unit mobil komando yang beserta 3 unit mobil pemadam bantuan dari Kota Cimahi dikerahkan dalam kejadian tersebut.

Petugas damkar baru bisa memadamkan tiitk api hingga pendinginan sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara untuk penyebab dan kerugian atas kebakaran sendiri, pihak damkar belum mendapatkan laporan secara pasti dari pemilik gudangnya. “Belum tahu apa penyebabnya, namun kerugian kemungkinan ratusan juta,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Hadirkan To The POIN Festival

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar …