Dana Desa Dihentikan, Kades Ngeluh ke Menko dan Gubernur

Luhut Panjaitan

Luhut Panjaitan

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Sejumlah kepala desa di Jawa Barat meluapkan kekecewaannya di hadapan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Luhut Panjaitan dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan terkait penyaluran dana desa. Mereka protes karena bantuan tersebut dianggap dihentikan akibat alasan yang tidak jelas.

Acara pengarahan tunggal dari Menkopolhukam di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Institut Teknologi Bandung pada Jumat (18/3) menjadi ajang curhat aparatur desa. Mereka mempertanyakan langsung hal tersebut pada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Kepala Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang Ita Sugita mengatakan, dirinya kecewa dengan dihilangkannya bantuan Gubernur sebesar Rp 115 juta. Padahal, berdasarkan rencana di awal, bantuan Rp 100 juta untuk infrastruktur dan Rp 15 juta untuk kinerja desa tersebut akan dibagikan.

Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di pedesaan sehingga harus segera dicairkan. “Tentunya kita kecewa dengan dihilangkannya program bantuan gubernur untuk pedesaan. Tapi ya mau gimana lagi,” katanya.

Pihaknya tidak menduga program bantuan gubernur akan dihilangkan secara tiba-tiba. Padahal, pada 2015 lalu, bantuan tersebut masih ada.

“Tadi Pak Gubernur bilang, program itu dihilangkan hanya tahun 2016 saja. Karena akan dilaksanakanya PON,” katanya.

Ita pun berharap program tersebut dapat diwujudkan kembali pada 2017 mendatang.
“Tadi Pak Gubernur bilang, program itu akan diwujudkan kembali di tahun 2017. Kita harapkan memang seperti itu. Kalau bisa, tahun sekarang juga dikeluarkan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Jaya Mukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang Dartim. “Ya mau gimana lagi, yang penting kita berharap program bantuan gubernur bisa dijalankan kembali di tahun 2017,” katanya.

Meski dana bantuan gubernur tahun ini dihilangkan, kata dia, pembangunan di desa tidak akan terganggu. Terlebih masih ada alokasi dana lainnya untuk pembangunan.

“Yang jelas kita harapkan dana desa bisa ada lagi di tahun depan,” katanya. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengakui bahwa dana bantuan gubernur untuk pedesaan dihilangkan.

Hal itu seiring dengan pelaksanaan PON Jabar 2016. “Tahun ini Jabar punya tugas nasional, yaitu PON. Anggarannya sangat besar, Rp 2,3 triliun,” katanya di tempat yang sama.

Heryawan mengaku, pihaknya sudah mencari cara untuk mengatasi hal tersebut tanpa menghilangkan bantuan desa. “Tetapi itu sulit, sehingga dana bantuan gubernur inilah yang dihilangkan sementara,” katanya.

Menurutnya, penghilangan ini tidak berdampak signifikan karena pada tahun ini desa menerima bantuan dari pemerintah pusat yang akan segera cair bulan depan. Heryawan berjanji, dana bantuan gubernur untuk pedesaan akan diwujudkan kembali pada 2017 mendatang.

“Jadi tahun ini kemungkinan tidak ada, karena beban provinsi untuk PON Rp 2,3 triliun. Mau dipaksa juga enggak ada, enggak ada anggarannya,” katanya.

Menkopolhukam Luhut Panjaitan mengatakan, pemerintah pusat berencana menyalurkan dana desa sebesar Rp 700 juta per desa. “Rencananya untuk tahap awal bantuan itu akan dikucurkan pada awal bulan April 2016 ini, dan kemudian di bulan Agustus 2016 nanti,” singkatnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …