Kunjungan Putri Astrid: Belgia Bidik Pelabuhan Patimban

Putri Astrid dari Belgia (kanan) berbincang dengan Wagub Jabar Deddy Mizwar sambil memegang angklung. (khairijal maris)

Putri Astrid dari Belgia (kanan) berbincang dengan Wagub Jabar Deddy Mizwar sambil memegang angklung. (khairijal maris)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Pelaku usaha Belgia tertarik untuk ikut dalam pembangunan maupun pengelolaan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang. Pelabuhan tersebut rencananya akan naik status menjadi pelabuhan internasional dan diperuntukan sebagai pengganti Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang yang gagal dibangun.

Hal ini terungkap saat kunjungan Putri Kerajaan Belgia ke Gedung Sate, Bandung, Kamis (17/3). Rombongan diterima Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

CEO Flanders Investment and Trade Agency Claire Tillekaerts mengaku, pihaknya telah mendapat informasi mengenai Pelabuhan Patimban. Meski pembangunannya akan didanai investasi dari Jepang (JICA), pihaknya tetap membuka peluang kerjasama dalam pembangunan maupun sisi pengelolaan.

“Kami harap itu bisa segera dibangun dan kita bisa menjadi partner,” katanya. Pihaknya bisa memberikan masukan dalam pengembangan Pelabuhan Patimban karena sejumlah perusahaan asal Belgia telah berhasil dalam pengelolaan pelabuhan seperti di Singapura dan Dubai, Uni Emirate Arab.

“Banyak dari perusahaan dari kami tertarik untuk pengelolaan dan pembangunan pelabuhan baru, bahkan untuk reklamasi pantai juga,” katanya. Namun, dia mengakui, penentuan pembangunan pelabuhan bukan hal mudah karena harus berada pada lokasi strategis.

Ini penting untuk memudahkan pergerakan keluar masuk barang. Jumlah pelabuhan di Indonesia sendiri terbilang minim karena hanya satu yang representatif.

“Pelabuhan mesti berdekatan dengan industri. Jika harus melalui jalan raya lagi, maka itu bukan solusi yang baik. Harus terbangun jaringan logistiknya, baik pelabuhan, bandara, maupun jalur kereta api,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, kerjasama Belgia dengan Indonesia sudah terjalin baik selama lebih dari 20 tahun. Investasi perusahaan dari negaranya diyakini akan terus meningkat seiring perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Ada perusahaan kami yang sudah menanam hingga 60 juta (dollar Amerika) dan akan terus bertambah,” katanya. Wakil Presiden dan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Media Federasi Walonia Brussel Jean-Claude Marcout mengatakan, kunjungan ke Jabar yang dipimpin langsung Putri Astrid menjadi yang terbesar dalam sejarah karena membawa lebih dari 300 orang yang berasal dari unsur pemerintahan, pengusaha, serta akademisi.

Pihaknya melakukan penandatanganan Letter of Intent (Pernyataan Kehendak) dengan Pemerintah Provinsi Jabar. LoI ini akan fokus kepada inisiasi kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, perdagangan, kesehatan, perlindungan lingkungan, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kerangka pengembangan kapasitas teknis, manajemen pemerintahan, promosi potensi daerah, dan peningkatan kerja sama bisnis dan investasi.

LoI dilakukan dalam acara pembukaan seminar ‘Innovating Partnership’ yang fokus kepada pembahasan mengenai skema kemitraan yang inovatif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan globalisasi. “Melalui seminar ini, kami mempresentasikan potensi unggulan dan kebutuhan sehingga akan lebih mudah untuk memetakan program/kegiatan kerja sama yang strategis,” ucapnya.

Menurutnya, Indonesia khususnya Jabar menjadi pasar yang sangat potensial karena kaya dengan potensi agrikultur dan bisa saling bertukar dengan Belgia yang memiliki teknologi pencipta energi ramah lingkungan. Selain itu, ekspansi di Indonesia akan mempermudah bagi pelaku usaha Belgia dalam memasuki pasar Asia Tenggara yang sangat menjanjikan.

“Kerjasama ini juga akan membuka akses bagi Indonesia ke pasar eropa,” bebernya. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengakui, Belgia dikenal unggul dalam pembangunan dan pengelolaan karena pelabuhaannya masuk dalam peringkat empat besar terbaik di eropa.

“Karena merasa punya kemampuan, makanya mereka menawarkan diri untuk kerjasama dalam membangun pelabuhan di Jabar,” katanya. Deddy mengatakan, Jabar belum memiliki pelabuhan berskala internasional karena yang ada hanya pelabuhan kecil seperti di Cirebon dan Indramayu.

Adapun Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang sulit dibangun karena berbenturan dengan jalur pipa milik PT Pertamina. “Soal (pelabuhan) kan urusan pusat, dan pusat bisa kerjasama dengan Belgia. Investasi atau apapun itu bentuknya,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …