Kolam Retensi Cieunteung Mutlak Diperlukan

banjir bandung selatan

banjir bandung selatan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Keberadaan Kolam Retensi Cieunteung mutlak diperlukan untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung yang terus berulang setiap musim hujan. Hal ini penting agar derasnya air tidak meluap ke jalan dan pemukiman warga.


Wakil Ketua DPC Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Jawa Barat Dimyati Warsajaya mengatakan, banjir yang terjadi ini dikarenakan hilangnya sejumlah polder (daerah penampungan air) di kawasan tersebut. Padahal, kata dia, beberapa puluh tahun ke belakang, di Bandung selatan ini banyak dibuat polder untuk menampung air dari kawasan utara.

Polder-polder tersebut, lanjutnya, kini telah berubah menjadi kawasan pemukiman sehingga tidaklah heran jika debit air tidak tertampung kemudian meluap. “Polder penampungan air jadi pemukiman. Seperti di Baleendah, itu dulu polder untuk air. Air penuh, ke polder. Kini barang kali air dipakai manusia. Pembangunan tidak teratur,” kata Dimyati usai memberikan bantuan dari DPC SOKSI Jabar kepada korban banjir di Kabupaten Bandung, Kamis (17/3).

Selain itu, kata Dimyati, banjir ini pun diperburuk oleh kebiasaan warga yang membuang sampah ke sungai. Tumpukan sampah menyebabkan sedimentasi sungai sehingga debit air yang tertampung berkurang.

“Kesadaran masyarakat tidak ada. Walaupun satu kresek (per orang) kalau dikali sekian juta, ya jadi banyak,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah segera membangun Kolam Retensi Cieunteung sebagai polder penampung air. Cara ini diyakini menjadi solusi ampuh agar membebaskan Bandung selatan dari banjir.

“Saya mengapresiasi rencana membangun polder itu. Ini harus segera diwujudkan. Karena banjir ini kan musiman, setiap tahun ada,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, bantuan yang diberikan SOKSI Jabar berupa 500 paket sembako yang berisi beras, minyak, kopi, susu bubuk anak, makanan ringan, dan biskuit. Ini merupakan rasa simpatinya terhadap penderitaan warga pengungsi banjir.

“Hari Sabtu kita tahu ada banjir, ya secara spontan berinisiatif. Dicubit orang Bandung seorang, sakitnya juga sama, semua merasakan,” kata Dimyati yang juga mantan anggota DPRD Kota Bandung dan DPRD Jabar.

Dalam memberi bantuan tersebut, SOKSI berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung. Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, pembangunan Kolam Retensi Cieunteung ditargetkan selesai pada 2017 mendatang.

Saat ini tengah dilakukan pembebasan lahan untuk pelaksanaan proyek tersebut. Iwa menuturkan, pembangunan Kolam Retensi Cieunteung memang sudah sangat mendesak.

Berbagai upaya tengah dilakukan demi memercepat proses pembangunan infrastruktur tersebut. “Sesuai dengan arahan Gubernur, saya langsung menindaklanjuti (rencana pembangunan Kolam Retensi Cieunteung), karena ini sangat mendesak agar banjir Bandung selatan tidak selalu terulang,” kata Iwa di Gedung Sate, Bandung.

Iwa menuturkan, langkah pertama yang dilakukan adalah memercepat proses pembahasan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Bandung. Rencana pembangunan kolam raksasa tersebut harus sesuai dengan tata ruang yang ada.

Saat ini, kata dia, berkasnya sudah ada di Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan masih dalam proses pembahasan. “Memercepat tata ruang Kabupaten Bandung. Sekarang sudah ada di Kementerian ATR dan dalam proses sesuai yang direncanakan,” ucapnya.

Iwa melanjutkan, penetapan lokasi pembangunan Kolam Retensi Cieunteung sudah ditandatangani Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Saat ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sedang melakukan pembebasan lahan.

“Luas lahannya mencapai sembilan hektar. Proses pembebasan sudah lanjut, proses kontruksi bisa dilakukan juga tahun ini oleh Kementrian PUPR. Karena anggarannya sudah ada,” katanya.

Disinggung besaran anggaran yang dialokasikan tahun ini, Iwa belum bisa menjelaskan secara rinci karena sedang dilakukan penghitungan kembali. Namun, nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar.

“Untuk kontruksi sudah dihitung, FS (feasibility study) juga sudah ada. Nanti dikonsultasikan lebih lanjut dengan BBWS,” ucapnya.

Dia menambahkan, proyek pembangunan Kolam Retensi Cieunteung ditargetkan selesai 2017 mendatang. Bahkan, pihak kementerian pun telah meninjau secara langsung rencana pembangunan tersebut. “Jadi pembangunannya dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai tahun 2017,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …