Banjir Kab Bandung Rendam Sawah di 11 Kecamatan

Banjir di Dayeuh Kolot kembali naik (Khairizal Maris)

Banjir di Dayeuh Kolot kembali naik (Khairizal Maris)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Ratusan hektare lahan pertanian terkena imbas bencana banjir yang telah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung dalam beberapa hari terakhir. Untungnya, lahan persawahan yang telah diasuransikan akan tertolong.


Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung Tisna Umaran menuturkan, banjir yang terjadi selama satu pekan terakhir menggenang 562 hektare lahan sawah di 11 kecamatan.

Karena terendam banjir, sawah tersebut mengalami kerusakan, baik ringan, sedang dan berat.

Sawah yang tergenang tersebut berada di kecamatan Dayeuhkolot, Cangkuang, Pameungpeuk, Bojongsoang, Rancaekek, Baleendah, Banjaran, Cicalengka, Paseh, dan Nagreg.

Kecamatan yang paling luas terkena dampak banjir yaitu Baleendah, dengan total luas lahan pertanian 25 hektare. Tanaman yang paling banyak terimbas adalah padi. Kebanyakan padi yang terdampak ini berusia satu setengah bulan.

“Ada lima desa yang terdampak di Baleendah,” tutur Tisna, Kamis (17/3).

Untuk mengatasi itu, lahan yang telah diasuransikan akan memperoleh ganti rugi. Namun, ganti rugi ini diperoleh setelah ada peninjauan langsung ke lokasi lahan pertanian yang terdampak.

“Kita akan minitoring dulu, karena kan ada program asuransi. Lahannya masuk ke asuransi enggak. Kalau masuk ya syukur,” kata dia.

Sedangkan untuk lahan yang tidak diasuransikan, pihaknya akan berupaya untuk memberikan bantuan berupa benih.

“Nanti juga akan kita upayakan untuk memberikan bantuan benih,” ujar dia.

Asisten Daerah bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Bandung, Marlan menuturkan, banjir juga memberi dampak terhadap pabrik di kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan bojongsoang.

“Selama tiga hari, dari minggu sampai selasa, banyak para pekerja pabrik yang terpaksa libur karena tempat tinggalnya kebanjiran,”tutur Marlan.

Biasanya, para pekerja membuat surat keterangan di kantor kelurahan tentang tempat tinggalnya yang kebanjiran sehingga tidak bisa bekerja di pabrik.

“Karena kan mereka enggak mau dipotong gajinya, makanya buat surat keterangan itu,” ujar dia.

Kebanyakan pekerja yang terpaksa libur ini tinggal di kos-kosan di daerah Balero, Andir, dan pasawahan. Total pekerja ini, menurut dia, mencapai ribuan orang.

Di atas seribuan kalau diakumulasi,” ujar dia.

Terlebih, saat terjadi banjir, listrik dipadamkan PLN sehingga pabrik pun terpaksa menggunakan genset. Pengeluaran perusahaan pun lebih banyak karena harus membeli BBM sebagai bahan bakar genset.

Kata Marlan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bandung telah menyampaikan laporan soal situasi yang dialami mereka selama banjir terjadi. Total kerugian pabrik di kawasan Baleendah dan sekitarnya itu ditaksir mencapai lebih dari Rp 5 miliar selama tiga hari banjir.

Pabrik-pabrik yang terdampak banjir ini, kebanyakan berdiri di daerah Cisirung dan Palasari di Kecamatan Dayeuhkolot. Rata-rata pabrik bergerak di sektor tekstil, garmen, dan produsen makanan olahan.

Akibat banjir, pabrik-pabrik di sana juga kesulitan mengirim barang ke luar daerah karena jalur pendistribusian ikut terganggu. Kondisi ini dikhawatirkan membuat perusahaan kena penalti atau terpaksa mengembalikan uang akibat tak sanggup mengirim barang tepat waktu. (Mld)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …