Sering Terendam Banjir, Warga Melong Cimahi Banyak yang Jual Rumahnya

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Sejumlah warga yang berada di RT 4 RW 2 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi selatan, terpaksa menjual rumahnya karena di kawasan tersebut sering terendam banjir jika musim hujan tiba. Dari sekitar 30 rumah, saat ini menyisakan 10 rumah di wilayah RT tersebut.


Hal itu disampaikan oleh ketua RT setempat, Syaifurrahman (36). Ia mengatakan, warga yang menjual rumahnya itu beralasan sudah frustrasi dengan banjir yang merendam rumah setiap tahun.

“Banyak yang menjual rumah karena bosan rumahnya terendam setiap musim hujan. Hal itu berpengaruh pada semua hal, termasuk mengganggu pekerjaan warga. Jadi banyak yang memutuskan untuk menjual rumah,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (16/3).

Penjualan rumah yang dilakukan warga, kata dia, berlangsung secara bertahap setiap tahunnya, dan seolah diikuti oleh warga lain. Hampir semua rumah, dijual ke salah satu pabrik tekstil yang berada di sekitar lokasi banjir.

“Dijualnya ke PT Hintex. Semua rumah yang dijual dibeli sama pabrik itu. Katanya sih, nanti wilayah RT ini bakal jadi gudang pabrik, tapi itu masih kabar. Kalau pastinya saya belum tahu,” katanya.

Berdasarkan pantauan, di wilayah tersebut banyak rumah yang sudah dirobohkan. Terlihat pula material bekas banjir yang terjadi pada Selasa (15/3) kemarin mengotori jalan, tembok serta rumah warga.

Syaifurahman mengaku tidak bisa berbuat apa-apa ketika banyak warga yang memilih pindah ke tempat lain.

“Sangat wajar lah mereka (warga) menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Karena, memang kalau banjir pasti merendam rumah, dan hal itu sangat mengganggu kenyamanan. Mungkin mereka sudah capek,” katanya.

Lebih lanjut ia mengisahkan, jika hujan besar dan lama, ketinggian air bisa mencapai 2 meter. Hal itu terjadi pada tahun 2012 lalu, yang membuat warga terpaksa mengungsi ke tempat lain.

“Dulu paling parah tahun 2012, ketinggian airnya sampai 2 meter. Kalau banjir Selasa kemarin, tidak sampai segitu. Tapi tetap saja merendam rumah,” terangnya.

Ia menjelaskan, banjir tersebut disebabkan oleh penyempitan drainase dan tidak ada alternatif saluran air. Ditambah, banyak bangunan, seperti pabrik yang membuat resapan air makin sedikit.

Lebih lanjut ia katakan, ia dan keluarganya juga akan mengikuti jejak warga yang pindah ke daerah lain. Karena, rumah yang ditempatinya pun sudah berstatus milik pabrik tekstil.

“Kalau sudah punya rumah lagi, saya juga akan pindah. Karena, rumah dan tanah ini sudah milik pabrik. Saya diberi keringanan oleh pabrik untuk bisa tinggal lebih lama karena saya ketua RT, karena banyak pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi,” terangnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …