Program Citarum Bestari Harus Dievaluasi

citarum

citarum

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Banjir di Bandung selatan yang berulang setiap tahunnya harus menjadi pemikiran keras bagi semua pihak terkait terutama pemerintah. Sebab, banjir tersebut menyebabkan ribuan masyarakat menderita.

DPRD Jawa Barat meminta Pemerintah Provinsi Jabar mengevaluasi setiap program untuk mengatasi banjir yang disebabkan luapan Sungai Citarum ini. Sebab, meski menghabiskan banyak anggaran, banjir tak kunjung hilang dalam setiap tahunnya.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Waras Wasisto, mengatakan, program Citarum Bestari yang dilakukan untuk menjaga kelestarian alam di daerah aliran sungai harus dievaluasi. Program yang juga ditujukan sebagai upaya antisipasi banjir di Kabupaten Bandung ini harus ditinjau efektivitasnya.

“Banjir di Kabupaten Bandung itu masalah klasik dan soal penanganan banjir di sana tidak hanya bicara revitalisasi Citarum. Kalau hanya dikeruk dasarnya tapi curah hujan tinggi maka akan tetap banjir. Oleh karena itu sepakat program tersebut perlu dievaluasi efektivitasnya,” kata Waras di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu (16/3).

Waras pun menilai, langkah Pemprov Jabar dan Kabupaten Bandung dalam mengatasi banjir tersebut belum maksimal karena setiap musim hujan selalu diikuti banjir. “Makanya saya minta kepada pemkab dan pemprov agar lebih baik lagi,” katanya.

Waras menambahkan, seharusnya Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung bisa menyontoh Pemerintah Kota Bekasi terkait penanganan banjir. Pemkot Bekasi, kata Waras, membuat polder atau danau buatan untuk mengatasi banjir.

“Polder atau danau buatan ini bisa berfungsi sebagai tempat penampungan air saat hujan dan jadi tempat wisata saat musim kemarau. Masa kita melakukan penanggulangan banjir di Kabupaten Bandung itu dengan membuat tenda, memberi indomie. Seharusnya ada langkah konkrit,” katanya.

Sehingga, pihaknya pun mendukung rencana Pemprov Jabar yang akan membangun Kolam Retensi Cieunteung sebagai upaya jangka panjang mengatasi banjir di kawasan tersebut. “Pokoknya banjir itu tiap tahun terjadi di Kabupaten Bandung, intinya sepanjang konsep preventif untuk menampung debit air, kita akan dorong. Yang penting niatnya ketika hujannya gede tidak terjadi banjir di sana,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan semua pihak agar pembangunan Kolam Retensi Cieunteung bisa segera terwujud. Pembangunan situ tersebut dinilai menjadi solusi paling baik untuk mengatasi banjir di kawasan Bandung selatan yang terjadi setiap tahun.

Agar Bandung selatan terbebas dari banjir, kehadiran situ ini mutlak diperlukan. Pembangunannya telah direncakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Heryawan mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan pusat terkait rencana pembangunan ini. “Karena yang paling mendesak adalah mewujudkan Kolam Retensi Cieunteung,” kata Heryawan di Gedung Sate, Bandung.

Menurutnya, saat ini penetapan lokasi untuk kolam retensi sudah dilakukan. Selanjutnya, akan dilakukan pembebasan lahan oleh Kemen PU PR dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Lebih lanjut Heryawan katakan, saat ini pihaknya pun terus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kondisi Sungai Citarum. Hal ini dilakukan salah satunya yang menyangkut kebiasaan masyarakat agar tidak mengotori sungai tersebut.

“Memberdayakan masyarakat (agar tidak membuang limbah rumah tangga sembarangan), pembangunan komunal untuk mengelolalimbah rumah tangga,” katanya. Selain itu, pihaknya pun akan berupaya memperbaiki hulu Sungai Citarum, serta mencegah pembuangan limbah industri ke sungai tersebut.

“Ingin pengawasan IPAL lebih baik lagi ke depan,” katanya. Dengan cara ini, kata dia, diharapkan dua tujuan utama pembangunan di kawasan tersebut bisa terwujud.

“Antisipasi banjir dan memperkecil dampak negatif dilakukan, juga membangun bersihnya Citarum ke depan,” katanya. Sementara itu, Heryawan mengatakan, penetapan status darurat terkait banjir ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Penetapan status darurat oleh Kabupaten Bandung, karena ini kan khas Citarum, hanya di Kabupaten Bandung. Kalau (status darurat provinsi), di keseluruhan (kabupaten/kota di Jabar),” katanya.

Kendati begitu, menurut Heryawan, Pemprov Jabar sudah mengirimkan bantuan. “Dana tingkat darurat, dana bantuan logistik sudah keluar,” katanya.

Saat ini pun, kata Heryawan, semua dinas terkait di Jabar sudah dikerahkan seperti BPBD, Dinsos, dan Dinkes. Bahkan, Heryawan menjamin, pemprov siap menambah jumlah bantuan jika Pemerintah Kabupaten Bandung sudah tidak sanggup lagi mengatasinya.

“Kalau (Kabupaten Bandung) bisa back up sendiri, ya bagus,” katanya. Heryawan melanjutkan, luasan banjir Bandung selatan kali ini lebih kecil dibanding 2015.

Kini banjir terjadi di lima kecamatan, sedangkan pada 2015 lalu melanda sembilan kecamatan. “(Banjir) lebih dalam (tinggi) di beberapa tempat, meski area lebih sedikit. Tahun lalu sembilan kecamatan, sekarang lima kecamatan,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …