Pemprov Jabar Genjot Pembangunan Dua TPPAS Regional

Wagub meninjau TPAS Legoknangka

Wagub meninjau TPAS Legoknangka

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot sejumlah pembangunan tempat pemilahan dan pemrosesan akhir sampah (TPPAS) regional seperti Nambo di Bogor dan Legoknangka di Kabupaten Bandung. Selain itu, saat ini pun sedang digagas rencana pembangunan TPPAS untuk kawasan utara Jabar.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pembangunan TPPAS Nambo dan Legoknangka harus segera diselesaikan. Hal ini penting untuk mengatasi persoalan sampah yang terjadi di kawasan tersebut.

TPPAS Nambo direncanakan menjadi penampungan sampah seperti dari Bogor, Bekasi, dan Depok. Sedangkan TPPAS Legoknangka ditargetkan mampu menampung sampah dari kawasan Bandung Raya.

Heryawan mengatakan, keberadaan dua TPPAS tersebut akan efektif untuk mengatasi persoalan sampah. Terlebih, kedua TPPAS tersebut menggunakan teknologi tinggi yang ramah lingkungan.

“Penanganan ini dilakukan secara modern, kita ini menjadi yang pertama di Indonesia. Insha Alloh, Nambo dan Legoknangka, menjadi pertama kali dalam sejarah Indonesia ada penanganan sampah terpadu,” kata Heryawan.

Maka dari itu, Heryawan menilai perlu ada percepatan dalam pembangunannya. “Saya gemes ingin itu supaya cepat selesai,” ucapnya.

Selama ini, kata Heryawan, pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan. Dalam waktu dekat proses tender pun akan dirampungkan.

“Sekarang sudah akhir proses untuk Nambo, mudah-mudahan minggu depan bisa selesai atau paling lambat dua minggu lagi tender nya selesai,” katanya. Kendati begitu, Heryawan mengakui perlu proses yang panjang terkait pembangunan TPPAS ini.

“Ternyata langkah itu panjang juga langkahnya,” katanya. Meski begitu, Heryawan akan tetap menjadikan hal ini sebagai prioritas pembangunan.

“Urusan penanganan sampah, limbah, dan air kotor ini masalah kita, karena mempengaruhi yang lain, khususnya kesehatan. Jadi kalau berhasil menyelesaikan masalah sampah, membangun sanitasi ideal, berhasil menjaga air dengan baik, itu sama dengan menjaga kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut Heryawan tegaskan, pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya harus berkomitmen sehingga mau membuang limbah perkotaannya ke TPPAS itu. Heryawan mengatakan, pembangunan TPPAS tersebut penting untuk meningkatkan pelayanan umum di Jabar.

Sebab, tambah Heryawan, sampah menjadi salah satu persoalan utama dalam kehidupan perkotaan. Tingginya sampah yang dihasilkan tidak diimbangi oleh ketersediaan lahan untuk pembuangan sampah.

Oleh karena itu, dengan menggunakan pengolahan sampah berteknologi insenerator, mampu menekan kapasitas sampah hingga 90 persen. “Jadi nanti sampah yang diolah dengan teknologi insenerator akan berkurang volumenya. Hasil pengolahannya hanya tinggal 10 persen,” pungkasnya.

Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar Bambang Riyanto mengatakan, pembangunan kedua TPPAS itu di antaranya insfrastruktur utama seperti sanitary landfield dan kolam rigid serta fasilitas pendukung seperti akses jalan. “Untuk TPPAS Nambo dilengkapi dengan Biodrying. Nantinya, TPPAS Nambo juga akan memproduksi RDF sebagai bahan bakar industri semen,” kata Bambang.

Pihaknya menargetkan kedua TPPAS itu beroperasi pada 2017 mendatang. Menurutnya, pembangunan kedua TPPAS itu sangat penting karena usia Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat tidak akan lama lagi.

Seperti diketahui, selama ini, TPA Sarimukti menjadi tempat penampungan sampah dari wilayah Bandung Raya. “TPA sudah penuh, yang di depok juga, TPA di Cipayung pun sudah kritis. Makanya, Nambo dan Legoknangka harus secepatnya diselesaikan,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …