Tergenang Banjir, 20 SD di Dayeuhkolot Tunda UTS

banjir rendam Dayeuhkolot

banjir rendam Dayeuhkolot

POJOKBANDUNG.com, DAYEUHKOLOT– Banjir yang menggenang di wilayah Bandung selatan membuat aktivitas warga menjadi lumpuh.


Asisten daerah Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Marlan mengatakan, wilayah Dayeuhkolot merupakan daerah terdampak paling parah. Soalnya, di kecamatan tersebut terdapat pasar yang sudah beberapa hari ini lumpuh total.

“Pedagang di Pasar Dayeuhkolot tidak bisa berjualan, lokasinya tergenang banjir. Akses jalan juga terputus,” tutur Marlan, Senin (14/3).

Selain aktivitas di pasar lumpuh, pertokoan di Dayeuhkolot juga tidak jauh berbeda.

“Aktivitas ekonomi menjadi lumpuh juga. Kerugiannya belum dihitung, tapi kalau melihat omset, bisa miliaran rupiah omset yang hilang, baik pertokoan maupun pasar,” katanya.

Selain melumpuhkan aktivitas ekonomi, banjir juga membuat 20 SD di Dayeuhkolot menunda pelaksana Ujian Tengah Semester (UTS).

Kasubag TU UpTD TK/SD Dayeuhkolot, Deden Witarsa mengatakan, siswa SD seharusnya menggelar UTS pekan ini, namun karena wilayah tersebut sedang digenang banjir maka pihaknya mengambil kebijakan untuk menunda pelaksanaan ujian.

“Ditunda, UTS akan dilakukan pekan depan,” tutur Deden.

Selain menunda pelaksanaan UTS, banyak sekolah yang meliburkan siswanya.

“Untuk sementara, disuruh belajar di rumah masig-masing. Sambil menghapal atau persiapan UTS,” katanya.

Di Dayeuhkolot sendiri, terdapat sedikitnya 20 SD yang terkena imbas dari banjir, 15 sekolah di antaranya terendam.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan Sobandi mengatakan, kondisi banjir Bandung selatan hingga Senin (14/3) sudah surut. Namun, potensi air masih dimungkinkan meninggi kembali.

“Mudah-mudahan saja tidak ada hujan,” katanya.

Hingga sejauh ini, sebanyak 15 ribu warga terdampak banjir Bandung selatan. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata Tata, telah menentapkan status tanggap darurat bencana terhitung Minggu (13/3) dan akan berakhir dua pekan ke depan.

“Ada dua dapur umum yang telah didirikan, satu di Telkom University dan satu di Gedung Inkanas,” ungkapnya.

Dua dapur umum tersebut akan mensuplai makanan ke 35 titik pengungsian.

“Setiap hari, pengungsi diberi dua kali makan. Setiap kali makan dapur umum membuat 8.000 nasi bungkus,” tandasnya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Maradona Pulang ke Tangan Tuhan

Duka warga dunia di sepanjang tahun pandemi 2020 ini kian berlarat-larat saja. Jelang tengah malam kemarin WIB, Diego Maradona, salah …