Kabupaten Bandung Dikepung Banjir, 3 Ribu Jiwa Mengungsi

ilustrasi korban banjir

ilustrasi korban banjir

POJOKBANDUNG.COM, DAYEUHKOLOT – Ribuan rumah di 15 Kecamatan di Kabupaten Bandung terendam banjir sejak Sabtu (12/3). Diperkirakan, banjir tahun ini menjadi yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir, dengan ketinggian air mencapai tiga meter di lokasi tertentu.


Berdasarkan data yang dirilis BNPB, kecamatan yang terendam banjir di Kabupaten Bandung yakni Cicalengka, Rancaekek, Cileunyi, Solokanjeruk, Majalaya, Ciparay, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Pameungpeuk, Banjaran, Arjasri, Cangkuang, Katapang dan Kutawaringin.

Akibat genangan air, setidaknya 5.900 Kepala Keluarga (KK) dengan 24.000 jiwa terdampak banjir dan lebih dari 3.000 jiwa mengungsi.

Dari pantauan, di Kecamatan Dayeuhkolot, air menggenang rumah rumah penduduk dengan ketinggian  mencapai dua meter. Begitupun di Kecamatan Baleendah, air dari luapan Sungai Citarum sudah menggenang rumah warga, baik di kelurahan Baleendah, maupun di Kelurahan Andir.

“Sepertinya sekarang yang paling besar,” tutur Poni ,33, warga Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot.

Dugaan tersebut dikarenakan, banjir yang datang secara tiba-tiba. Pada kebiasaannya, banjir mulai menggenang warga secara bertahap. “Sekarang satu malam saja langsung terendam , biasanya tidak langsung besar seperti ini,” ungkapnya.

Akibatnya, banyak warga yang tidak sempat mengungsi dan  menyelamatkan barang-barangnya. Elis,27, warga Kampung Bolero, mengaku terpaksa tidur di emperan toko karena rumahnya terendam banjir.

Di lokasi yang sama, beberapa orang tetangganya juga tidak sempat mengungsi. “Tidak sempat mengungsi, sedang sibuk menyelamatkan  barang, eh sudah terjebak saja, akses jalan terputus jadi gak bisa kemana-mana. Hujannya memang sangat besar dan lama,”ujarnya.

Kepala pelaksana harian  BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan Sobandi mengatakan, kondisi banjir hingga Minggu sore sudah mulai surut dibandingkan pada Sabtu malam.

“Untuk di depan Kantor Kecamatan Dayeuhkolot asalnya Minggu pagi 40 centimeter, tapi siang hari sudah berkurang jadi 10 centimeter. Tapi, untuk di lokasi penduduk belum tentu, karena masih ada yang tingginya sepaha sampai sedada orang dewasa,” terang Tata.

Menurut Tata, evakuasi pun terus dilakukan oleh pihaknya hingga kemarin sore. Dirinya pun terus memantau setiap lokasi yang terkena banjir. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …