Duh… 97 Kios dan Lapak di Pasar Tagog Padalarang Ludes

puing kebakaran kios di padalarang

puing kebakaran kios di padalarang

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG–Sebanyak 97 kios dan lapak pedagang di Pasar Tagog Padalarang di Desa Kertamulya Kecamatan Padalarang habis dilalap api pada Kamis (11/3/2016) pukul 23.00 WIB malam. Beruntung tidak ada korban jiwa sedangkan kerugian sampai kini masih diperhitungkan.


97 kios dan lapak pedagang tersebut bertempat di lapak areal Terminal di Pasar Tagog Padalarang terbakar Kamis 10 Maret sekitar pukul 23.05 WIB. Itu terdiri atas 3 kios, 35 lapak IPL, dan 57 Pedagang Kaki lima yang tak berizin.

95 kios dan lapak pedagang di Pasar Tagog Padalarang Itu terdiri atas 3 kios, 35 lapak IPL, dan sisanya lapak di areal Terminal Padalarang.

seorang pedagang mencoba mengais sisa kebakara.

seorang pedagang mencoba mengais sisa kebakara.

Menurut salah seorang pemilik lapak yang terbakar Pawi Tariya (48) menuturkan, dirinya menyadari pasar terbakar saat sedang menunggu sampah untuk diangkat, berletak tidak jauh dari Pasar Tagog Padalarang.

“Saat itu saya lagi pulang untuk belanja sayuran di Caringin pada saat kembali ke pasar tidak langsung ke lapak tapi melihat dulu sampah, tiba-tiba melihat kobaran api sudah tinggi dan saya langsung menuju ke lapak ternyata benar api sudah besar,” tutur Pawi yang juga pedagang sayuran kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (11/3/2016).

Selain itu menurut salah seorang yang Kiosnya ikut terbakar Asep Saehudin mengaku, dirinya baru mengetahuinpasar terbakar pada pukul 01.00 WIB.

“Saya baru tau kebakaran kios sekitar pukul 01.00 WIB. Tidak ada yang bisa diselamatkan, semuanya ludes terbakar,” katanya.

Dirinya mengatakan, bahwa sudah puluhan tahun memiliki kios-kios di Pasar Tagog. Namun, kini tujuh kiosnya berupa kios pakaian, sendal, dan sepatu habis terbakar.

“Dari kebakaran ini, saya mengalami kerugian sekitar Rp 700 juta. Saya minta Pemkab Bandung Barat melakukan penanganan terutama bagi para pedagang yang kiosnya terbakar,” katanya.

Sedangkan Kapolsek Padalarang Kompol Suherman mengatakan, untuk saat ini belum ditemukan indikasi yang mengarah pada sabotase kebakaran di Pasar Tagog Padalarang. Kebakaran diduga kuat akibat hubungan pendek arus listrik.

“Belum dipastikan, tetapi untuk unsur kesenggajaan jauh sekali jika mengarah ke sana. Sudah ada tiga saksi yang kami periksa, kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik,” katanya di Padalarang, Jumat (11/3).

Suherman mengungkapkan, tiga saksi tersebut mengaku melihat adanya percikan api di salah satu jongko buah milik pedagang. Api kemudian merambat ke jongko-jongko lain di sekitarnya.

Pasca kebakaran lanjutnya mengatakan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Sudah ada pertemuan warga tadi, semua menerima itu sebagai musibah. Namun, penyelidikan akan tetap dilanjutkan,” katanya.

Menurut Kepala Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati mengatakan, pasca kebakaran pihaknya pun langsung melakukan mediasi dengan sejumlah pesagang yang kiosnya terbakar di Kantor Desa Kertamulya, Kec. Padalarang, kemarin.

“Kami sudah melakukan mediasi atau musyawarah bersama seluruh pedagang yang terkena musibah dan hasilnya nanti akan dirapatkan kembali,” ujarnya.

Untuk sementara lanjut weti, untuk lahan tersebut masih untuk lahan tersebut merupakan lahan terminal Dishub KBB, dan saat masih dalam proses dengan pihak kepolisian, sedangkan para pedagang pun sudah menerima bahwa hal tersebut merupakan musibah.

“Iya nanti kita masih menunggu serah terima dari pihak kepolisian. Sedangkan untuk pemindahan pedagang masih belum dipastikan, menunggu hasil rapat” ujarnya.

Selain itu menurut Weti menambahkan, untuk luas Pasar Tagog Padalarang ialah 5.073 m2, dengan total pedagang sebanyak 1.354 orang, sedangkan luas terminal yang dijadikan pasar sebesar 1.522 m2, dengan pedagang sebanyak 182 orang.

“Jadi yang terbakar itu mencapai 60 persen dari 1.522 m2 total luas terminal yang dipakai sebagai pasar,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).