Dharma Bhakti Kemanusiaan di Perbatasan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Program Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Seluruh Kota/Kabupaten di Indonesia secara serentak melaksanakan vaksinasi, dianjurkan untuk anak berusia 0-59 bulan, yang dilaksanakan mulai 8-15 Maret 2016.
Terkait hal tersebut, Satgas Yonif 301/Pks turun kembali untuk sama sama dengan instansi kesehatan terdekat melakukan kegiatan Polio sebagai upaya pencegahan dan perlawanan virus tersebut kepada anak anak khususnya menjadi sektor pamtas, di Gedung Serbaguna Asiki, Rabu (10/3).


Kegiatan yang dipimpin Letda ckm dr. David Rendra M, dengan didampingi anggota kesehatan berkualifikasi A.md.kep berikut petugas puskesmas Getentiri Ampat, mendapat respon yang sangat baik terlihat dengan banyaknya balita yang diantar orang tua mereka untuk mendapatkan Imunisasi Polio, tercatat 475 balita yang ada di wilayah Asiki Disrik Jair Kabupaten Digoel, telah mendapatkan imunisasi polio.

Dansatgas Yonif 301/Pks Letkol Inf M. Mahfud As’at S.I.P mengatakan, meskipun banyak daerah yang cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan jarak tempuh 2-3 jam perjalanan menuju Tanah Merah dg jarak 145 km sementara ke merauke dg jarak tempuh 6-7 jam sejauh 400 sekian km, tidak menyurutkan langkah kami untuk tetap melaksanakan tugas ini.

“Keterbatasan ini bukan rintangan bagi kami, dan kami akan tetap bergerak bagaimana caranya agar kehadiran kami dapat dirasakan masyarakat sehingga mereka bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara merata,” jelasnya.

M Mahfud menjelaskan, penyakit Polio merupakan penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus Polio, secara klinis penyakit polio menyerang anak dibawah umur 15 tahun yang menderita lumpuh layu akut yang penyebarannya melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi.

Melihat data di lapangan imunisasi Polio Nasional telah melebihi 90% namun masih belum merata diseluruh provinsi dan Kabupaten/Kota.

Menyikapi masalah itu, pihaknya merasa perlu memberikan tugas kepada dokter satgas untuk merencanakan dan melaksanakannya dalam mendukung program pemerintah tersebut, ditambahkannya kami bertekad harus selalu tampil untuk memberikan pengabdian totalitas kepada masyarakat.

Ditambahkannya dalam setiap pengabdiannya, sejauh ini pihaknya tidak pernah meminta atau pun menarif masyarakat yang berobat meskipun ada beberapa yang perlu penanganan khusus.
Menurutnya, hal ini dilakukan sesuai moto sebagai putra Siliwangi yaitu saling Asah saling Asih dan Asuh, yang tentunya tetap menjalankan tugas pokok menjaga patok perbatasan RI PNG, namun pengabdian lain tentunya tidak kami tinggalkan, pungkasnya. (Pendam III/Siliwangi).

Loading...

loading...

Feeds