Wagub Jabar Pertanyakan Izin Hotel Tertimpa Longsor di Cianjur

Hotel Club Bali di Cipanas tertimpa longsor.

Hotel Club Bali di Cipanas tertimpa longsor.

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memertanyakan izin pembangunan hotel Club Bali, di Kabupaten Cianjur yang terkena longsor, Rabu (8/3) dini hari. Deddy menilai pembangunan hotel tersebut apakah sudah sesuai dengan tata ruang di daerah tersebut.

Jika tidak sesuai, kata Deddy, pihak pengembang dan pemberi izin bisa dijerat hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Deddy menyebut, daerah itu termasuk rawan bencana sehingga proses pemberian izin harus diperketat.

“Daerah itu daerah rawan longsor. Saya kira perlu bagaimana amdal (analisis dampak lingkungan) yang harus diperhatikan. Terutama pembangunan di daerah-daerah rawan longsor seperti Cianjur, Sukabumi, Garut. Walau itu daerah pariwisata,” kata Deddy di Gedung Sate, Bandung, Kamis (10/3).

Deddy mengatakan, kejadian longsor yang menerjang hotel Club Bali harus jadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak sembarangan dalam memberikan izin pembangunan. Setiap izin yang dikeluarkan harus memerhatikan kondisi tata ruang agar tidak ada.

“Ini jadi pembelajaran jangan sembarangan membangun di tebing-tebing seperti itu. Indah tapi perlu izin yang lebih ketat membangun hotel-hotel termasuk perumahan,” ujarnya.

Sehingga, Deddy meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur mengevaluasi izin hotel Club Bali dan semua izin pembangunan terutama di daerah rawan bencana. “Ini harus ada evaluasi dilakukan Kabupaten Cianjur. Ingin view indah tapi tidak memerhatikan (kondisi lingkungan). Apalagi Cianjur banyak pergerakan tanah, tidak hujan juga tanah bergerak,” katanya.

Pemkab Cianjur, kata Deddy, harus konsisten mengikuti tata ruang yang berlaku. Jangan sampai pemberian izin tersebut melanggar tata ruang wilayah yang ada.

“Kita lihat nanti Cianjur harus sesuai dengan tata ruangnya. Kita (Pemprov Jabar) hanya mengawasi, sesuai tidak dengan tata ruangnya. Kalau tidak sesuai, kriminal itu, pidana. Harus diusut termasuk yang memberikan izin,” katanya.

Deddy menambahkan, aparat penegak hukum harus masuk untuk menyelidiki kejadian longsor yang menerjang hotel Club Bali. “Saya kira harus segera APH (aparat penegak hukum) masuk. Jangan main-main dengan tata ruang. Itu (hotel Club Bali) sesuai dengan tata ruang enggak. Polisi atau APH bisa masuk apalagi ada korban jiwa,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …