Nenek 93 Tahun Lolos dari Tuntutan Jaksa, Namun….

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lantaran usia sudah uzur, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) tidak menerima tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk nenek berusia 93 tahun, Hj Oyoh alias Yoyoh. Selain usia terdakwa Oyoh yang sudah tua, kondisi kesehatannya tak memungkinkan yang bersangkutan menjalani hukuman pidana.


Namun demikian anak Hj Oyoh yaitu Amin Mustofa, dinyatakan bersalah karena telah memalsukan data hak kepemilikan tanah di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, sebagaimana pasal 263 ayat 2 KUHP. Hakim pun menjatuhkan pidana penjara 8 bulan kepada Amin.

“Mengadili, menyatakan penuntuntan kepada terdakwa Hj. Oyoh alias Yoyoh tidak dapat diterima. Mengadili, menyatakan terdakwa Amin Mustofa terbukti bersalah dan meyakinkan turut serta memakai surat palsu seolah-olah surat tidak dipalsukan. Menjatuhkan pidana penjara selama 8 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Jonlar Purba dalam sidang dengan agenda putusan, di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (10/3).

Beberapa hal meringankan yang menjadi pertimbangan Hakim diantaranya terdakwa belum pernah dihukum, sementara yang memberatkan perbuatan terdakwa telah merugikan orang lain, memberikan keterangan berbelit selama persidangan, serta tidak merasa bersalah.

Hukuman untuk Amin itu lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU. Sebelumnya, JPU menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 18 bulan atau 1 tahun 6 bulan bagi Amin.

Majelis hakim menerangkan, terdakwa yang merupakan warga Pasir Kiara RT 002/RW 016, Kel. Cipageran, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi itu diduga memalsukan data hak kepemilikan tanah yang diterbitkan pada tahun 1936, atas tanah yang terletak di Jln. Terusan Pasteur (Dr Djunjunan), Kota Bandung.

Terdakwa bersama ibunya, yakni Hj. Oyoh alias Yoyoh, memalsukan data saat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, awal tahun 2004 lalu. Sebelumnya mereka mengklaim jika tanah di Jln. Terusan Pasteur (Dr Djunjunan) No 86-88 merupakan tanah mereka yang diklaim diperoleh dari warisan. Tanah dimaksud sebenarnya kepunyaan Itok Setiawan dengan SHM No 175/Kel. Sukabungah seluas 1.840 M2 dan milik Soetjipto Lustojoputro dengan SHM No 446/Kel. Sukabungah seluas 1.840 M2.

Terdakwa Oyoh dan Amin kemudian bersama Engko Komarudin, Ambet Komasih, Otong dan Ule (yang mengaku ahli waris Djuarsih Hanafiah) mengajukan gugatan ke PTUN Bandung. Salah satu materi gugatan yaitu pembatalan sertifikat.

Akibat perbuatan terdakwa, korban Itok Setiawan mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar. Selain itu, kesehatan Itok juga menjadi terganggu dan usahanya menjadi ikut terganggu.(cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …