Menunggak Pajak, Dua Papan Reklame Toko di Jalan Banceuy Disegel

ilustrasi segel reklame

ilustrasi segel reklame

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kendati ditarget cukup besar di sektor pajak reklame, namun Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung baru menindak dua reklame bermasalah.


“Dua reklame namun milik satu vendor yang sama. Keduanya merupakan reklame produk onderdil,” ujar Kepala Seksi (Kasie) Penindakan Disyanjak Kota Bandung, Iwan Nurrachman, kepada wartawan, Kamis (10/3).

Kedua reklame itu, berada di papan identitas toko onderdil Jalan Banceuy No 67 dan 106. Namun, penutupan dilakukan pada papan di bagian merek produk, bukan di bagian tulisan identitas toko.

“Untungnya pemilik toko koperatif, malah mendorong upaya kami untuk menutup papan reklame tersebut,” jelas Iwan.

Penutupan materi iklan ini, karena vendor menunggak pajak selama satu tahun pada 2015. Dengan jumlah tunggakan pajak sekitar Rp 17 miliar.

“Sebelum penutupan ini, kami sudah mengirimkan surat peringatn 1,2 dan 3. Namun, mereka tidak memiliki niat baik untuk mengurusnya,” papar Iwan.

Sekarang, lanjut Iwan, pihaknya tinggal menunggu reaksi vendor. Jika mereka tetap tidak membayar pajak, maka akan dikirimi surat paksa bahkan sampai surat sita.
Tahun ini, Disyanjak Kota Bandung ditarget bisa mengumpulkan pajak reklame hingga Rp 280 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 15 miliar.

“Karenanya, kita berusaha terus melakukan penertiban reklame liar,” terangnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …