PIN 2016, Jabar Targetkan 4,3 Juta Balita

Wagub Jabar Deddy Mizwar (kanan) pada acara PIN polio tingkat Jabar di Biofarma.

Wagub Jabar Deddy Mizwar (kanan) pada acara PIN polio tingkat Jabar di Biofarma.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Sekitar 4,3 juta bayi dan anak balita di Jawa Barat ditargetkan diimunisasi polio pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 yang berlangsung 8-15 Maret ini. Pencanangan PIN Polio ini dilakukan serentak di seluruh Tanah Air, Rabu (8/3).


Untuk Jabar, pelaksanaan PIN Polio secara simbolis dilakukan oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar bersama Direktur Utama PT Biofarma Iskandar, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di PT Biofarma, Bandung. Dibantu sejumlah petugas, mereka memberikan vaksin kepada ribuan bayi dan balita yang hadir bersama orang tuanya.

Deddy mengatakan, pelaksanaan PIN ini merupakan upaya untuk mewujudkan target seluruh dunia terbebas dari virus tersebut pada 2020 mendatang. Sebab, hingga saat ini keberadaan virus polio masih ditemukan di sejumlah negara seperti Afganistan, Pakistan, dan Nigeria.

Pelaksanaan PIN ini pun, tambahnya, bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. “Kami berupaya meningkatkan angka harapan hidup. PIN ini juga strategis untuk menurunkan angka kematian bayi dan balita, juga untuk meningkatkan kualitas SDM,” katanya.

Deddy menuturkan, sejak 2014, sebenarnya Indonesia telah dinyatakan bebas polio. Kendati begitu, pemberian vaksin tersebut harus tetap dilakukan mengingat masih adanya sejumlah negara yang belum terbebas polio.

“Belum optimal dan virus polio tetap tinggi. Risiko penularan masih ada,” katanya.

Oleh karena itu, Deddy menargetkan seluruh bayi dan balita di Jabar divaksin polio pada PIN tahun ini. “Target capaian harus 100 persen,” kata Deddy.

Menurutnya, hal ini bisa dilakukan jika semua pihak melaksanakan tugasnya dengan baik. Terlebih, kata Deddy, saat ini di Jabar terdapat sekitar 52 ribu Posyandu yang biasa melayani kesehatan balita.

Kendati begitu, Deddy mengakui adanya sejumlah persoalan yang menghambat pemberian vaksin polio pada bayi dan balita ini. Selain adanya anggapan vaksin mengandung zat yang dilarang agama, faktor geografis di Jabar turut menjadi penyebab lainnya.

Menurutnya, di Jabar banyak daerah pedalaman sehingga warga harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga perlu kerja keras dari semua pihak agar seluruh bayi dan balita di Jabar divaksi polio.

“Jadi pemda, camat, lurah, harus proaktif. Ada 52 ribu Posyandu di Jabar. Ini harus aktif. Kalau perlu bupati/wali kota langsung mengawasi,” katanya.

Deddy pun memastikan, vaksin yang diberikan aman karena tidak mengandung zat yang dilarang agama. “Tidak ada diproduksi bahan babi. 1,2 miliar diproduksi (PT) Biofarma, jadi ini untuk seluruh dunia, jangan ragu,” katanya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menargetkan 250 ribu bayi dan balita di daerahnya bisa diimunisasi polio. Menurutnya, di ibu kota provinsi ini terdapat sekitar 2.500 titik pemberian vaksin.

“Puskesmas, rumah sakit, stasiun. Target PBB 2020 harus bebas polio seluruh dunia. Mudah-mudahan di kita aman,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati mengatakan, sebenarnya di Jabar sudah tidak ditemukan kasus polio sejak 2010. Namun, kondisi saat ini akan memudahkan penyebaran virus tersebut dari negara lain.

“Sekarang dunia sangat terbuka, transportasi mudah,” katanya. Terlebih, masih terdapat sejumlah warga yang pola hidupnya tidak sehat.

“PHBS enggak bersih. WC baru 50 persen, sisanya di kebun, sungai. Kalau tidak ada septic tank, bisa bahaya. Bisa menyebabkan polio, kelumpuhan. Ini masih risiko tinggi,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Biofarma Iskandar mengatakan, vaksin polio yang diproduksinya aman karena tidak mengandung zat yang perlu ditakuti. “Ini sudah halal, ada sertifikat MUI, boleh digunakan,” katanya.

Vaksin hasil karya anak bangsa ini pun sudah diekspor ke hampir seluruh dunia sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi. “132 negara sudah menggunakan vaksin dari Biofarma,” ucapnya.

Untuk kebutuhan vaksin polio seluruh dunia, PT Biofarma memproduksi 1,6 miliar dosis. “Karena untuk kepentingan global, kita buat sepenuh itu. Sudah didistribusikan ke seluruh dunia,” katanya seraya menyebut untuk kebutuhan dalam negeri pihaknya menyiapkan 20 juta dosis. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Maradona Pulang ke Tangan Tuhan

Duka warga dunia di sepanjang tahun pandemi 2020 ini kian berlarat-larat saja. Jelang tengah malam kemarin WIB, Diego Maradona, salah …