Mandor Keluhkan Minimnya Harga Borongan Pekerjaan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pelaksanaan proyek jalan akses tol gede bage Cileunyi sepanjang 2,8 km telah berjalan hampir lebih 6 bulan.secara fisik keliatan sudah mulai rampung 55 persen.
Namun dalam pelaksanaan proyek tersebut mulai dikeluhkan para mandor.Pasalnya beberapa variabel pekerjaaan yang kurang pas dengan kondisi harga obyek bangunan sehingga mereka berpotensi mengalami kerugian.


Menurut salah seorang perwakilan para mandor, untuk pembobokan pancang hanya dibayar Rp130.000 yang idealnya adalah Rp 175.000 – Rp 200.000, untuk bagesting kayu Rp 260.000 idelanya Rp 300.000, sedangkan untuk pemasangan besi hanya dibayar Rp 550.000 perkilo yang idealnya Rp 800.000- Rp 900.000.

“Dengan kondisi ini tentu saja para mandor tidak memiliki keuntungan bahkan berpotensi mengalami kerugian,ujarnya .
Lebih lanjut dia menegaskan, dalam hal pemberian pekerjaan pun PT Wika terlihat seolah pilih kasih, karena tidak semua mandor mendapatkan pekerjaan yang sama, padahal sebelumnya telah dibikin kesepakatan setiap mandor mendapat pekerjaan dengan jumlah titik pekerjaaan yang sama.

Ketika di konforamasi, Manager Proyek PT Wijaya Karya (Wika) Djoko Susilo mengatakan, sebelum dilakukan pembangunan, pihaknya dengan para rekanan sudah melakukan kesepakatan kerja, dimana kesepakatan itu telah melalui peninjauan yang sangat teliti sehingga diharapkan tidak ada satu pihak pun yang dirugikan. Adapun pekerjaan ini sudah berjalan sekitar 55 %.

Djoko mengungkapkan, pada pekerjaan Interjen Gedebage ini, sedikitnya ada 6 rekanan yang ikut andil dalam pekerjaan ini. Dimana setiap rekanan diberi beberapa pekerjaan seperti bobok pancang, pemasangan besi dan bagesting kayu.

“Masing masing Mandor tidak mendapatkan porsi pekerjaaan yang sama, karena kita melihat dari kesiapan mereka bekerja dan juga pengalaman pekerjaan sebelumnya,” ungkapnya.

Djoko mengungkapkan selama bekerja di BUMN ini belum ada rekan kerja yang dirugikan karna PT WIKA sudah memiliki petunjuk Pelaksanan proyek yang standar.’Kita pun sering berdialog dengan semua mitra kerja minimal seminggu sekali secara formal sehingga kesempatan ini bisa kita gunakan untuk berdiskusi agar semua tidak ada yang merasa dirugikan.

“Kita berusaha memanfaatkan potensi daerah,walaupun sudah ada rekanan lain yang menawari dengan harga yang lebih murah,tapi kita menghargai teman2 yang telah bekerja.”prinsip kita kerja adalah memperbanyak silaturahmi,jadi harus semua merasa nyaman,” pungkasnya. (sol)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …